Berita

Ketua Umum KAKI, Arifin Nurcahyono/Net

Hukum

KAKI: Proyek Water Front City Di Pontianak Terindikasi Mark Up

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 18:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembangunan Water Front City tahap 1 di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dibanggakan dan diapresiasi Presiden Joko Widodo disinyalir mulai jadi bancakan para oknum koruptor.

Indikasi ini diperoleh Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI)
karena pembangunan tahap 1 yang menggunakan kontraktor dengan sub bidang SI001 (konstruksi saluran air, dkk), dipaksakan menjadi SI003 (konstruksi jalan raya).

Padahal tidak ada korelasi subbidang tahap 1 dan 2 dengan lanjutan yang sekarang.

Padahal tidak ada korelasi subbidang tahap 1 dan 2 dengan lanjutan yang sekarang.

"Kami menduga ada permainan. Jangan sampai proyek yang sudah dibanggakan Presiden Jokowi ini menjadi semrawut karena perbedaan bidang pada kontraktor yang mengerjakan," ucap Ketua Umum KAKI, Arifin Nurcahyono, melalui keterangannya, Senin (2/11).

Indikasi lainnya terlihat dalam pembangunan tahap 2 yang sudah dikerjakan 319 meter, mencakup dari pekerjaan 834 meter lanjutan yang akan dikerjakan.

KAKI pun menduga ada mark up dalam pengerjaan tahap 2 ini. Karena hanya 527 meter yang akan dikerjakan di tahap 3. Padahal pagu anggaran tetap sama dengan tahap 1 yang 800 meter.

Ditambahkan Arifin, Presiden Jokowi sangat mengharapkan proyek ini dapat membangun paradigma di masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Kapuas menjadi lebih baik. Sehingga Jokowi sangat mengapresiasi proyek ini.

Namun, tegas Arifin, jangan sampai kekaguman Jokowi dimanfaatkan oleh oknum-oknum koruptor yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-sebesarnya tanpa peduli pada visi misi jangka panjang yang diinginkan oleh masyarakat dan Presiden.

"Komite Anti Korupsi Indonesia mendesak Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk memeriksa ketidakberesan proyek-proyek yang diduga di-mark up," tutup Arifin Nurcahyono.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya