Berita

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dan Menteri Luar Negeri barunya, Nanaia Mahuta/Net

Dunia

PM Jacinda Ardern Kenalkan Kabinet Barunya Yang Beragam

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 11:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern telah membentuk kabinet baru dengan latar belakang yang sangat beragam.

Pengumuman kabinet barunya tersebut dilakukan pada Senin (2/11). Ardern mengatakan, semua orang yang dipilih untuk masuk ke dalam kabinetnya berdasarkan prestasi dan kemampuan mereka untuk menangani dampak pandemi Covid-19.

Dimuat AFP, untuk pertama kalinya, Selandia Baru akan memiliki wakil perdana menteri homoseksual, Grant Robertson.


Pria 49 tahun itu merupakan kepala strategi kampanye pemilihan Ardern yang sempat menjadi menteri infrastruktur pada periode pertama.

Ardern mengatakan, pemilihan Robertson didasarkan pada kualitas kepemimpinannya.

"Salah satu hal yang menakjubkan tentang Selandia Baru adalah kami sering berada di ruang di mana pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pertanyaan kedua," katanya.

Selain Robertson, seorang perempuan dari komunitas Maori, Nanaia Mahuta, terpilih menjadi Menteri Luar Negeri. Dengan moko kauae atau tato Maori tradisional di dagu, ia menampilkan diri di jajaran 20 orang kabinet Ardern.

"Ini adalah kabinet dengan prestasi dan bakat besar, yang juga sangat beragam," kata Mahuta yang berusia 40 tahun itu.

"Saya pikir ini adalah poin yang penting untuk dibuat. Saya pikir sebagai negara kita harus bangga dengan ini," sambungnya.

Ardern yang selama ini berhasil mempertahankan dukungan rakyat mampu melanjutkan kepemimpinannya yang kedua setelah memenangkan pemilu 17 Oktober.

Dengan keberhasilannya menangani pandemi Covid-19 sejauh ini, Ardern memasukkan mantan menteri kesehatan Chris Hipkins sebagai menteri penanganan Covid-19.

Selain itu, Ardern yang dari Partai Buruh juga menunjuk dua anggota partainya untuk kementerian di luar kebinet.

Salah satu pemimpin Partai Hijau, James Shaw, akan menjadi menteri perubahan iklim, dan yang lainnya, Marama Davidson, akan memiliki portofolio yang berfokus pada pencegahan kekerasan dalam keluarga dan seksual.

Pemerintah baru Ardern sendiri akan dilantik pada Jumat (6/11).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya