Berita

India mendorong warganya untuk lebih banyak mengonsumsi pemanis/Net

Dunia

Ketika Gula Jadi Musuh Banyak Orang, India Dorong Warganya Konsumsi Lebih Banyak Pemanis

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika gula menjadi hal yang dihindari oleh banyak orang karena dampaknya terhadap kesehatan dan obesitas, India justru mendorong warganya untuk lebih banyak makan pemanis.

Dimuat The Straits Times pada Senin (2/11), pabrik-pabrik di India mengincar peningkatan konsumsi sebagai cara untuk mengurangi kelebihan pasokan kronis negara. Sebagian besar dari insentif yang menguntungkan yang diberikan kepada petani di daerah pedesaan.

Besarnya pasokan gula di India dikarenakan biaya produksi yang tinggi membuat negara sulit menjual gula di pasar global tanpa subsidi.


Untuk mendorong inisiatif mereka, pabrik telah memulai kampanye online untuk meningkatkan permintaan domestik, yang melibatkan lokakarya dan webinar, di mana semua orang mulai dari ahli gizi dan ahli endokrin, hingga ahli kesehatan masyarakat dan praktisi medis berbagai pengetahuan mereka.

"Gula adalah sumber bahan bakar tubuh yang paling disukai untuk kekuatan otak, energi otot, dan setiap proses alami yang membuat sel-sel tubuh kita berfungsi dengan baik," kata Asosiasi Pabrik Gula India.

Mereka menuturkan, kalori dalam gula sama dengan kalori dari makanan lain. Hanya ketika kalori tidak cukup dibakar atau dikonsumsi terlalu banyak, maka berat badan meningkat.

Berdasarkan data dari asosiasi, konsumsi di India telah stagnan pada 19 kilogram per kapita per tahun dibandingkan dengan rata-rata global 23 kilogram. Itu terjadi ketika muncul kampanye media sosial yang mengatakan pemanis berbasis tebu tidak sehat membuat orang enggan memakannya.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsi per kapita antara 2000 hingga 2016 di India termasuk yang terendah di dunia.

Sudhandhu Padey dari Kementerian Pangan mengatakan, jika konsumsi per kapita naik ke rata-rata global, permintaan domestik akan naik 5,2 juta ton per tahun,

"Itu akan memangkas surplus, memotong penjualan luar negeri dan menghemat uang pemerintah dengan mengurangi subsidi ekspor," ujar dia.

India juga produsen terbesar kedua di dunia, mengekspor 5,65 juta ton pada 2019 hingga 2020, dengan bantuan subsidi ini, yang ditentang oleh Australia, Brasil, dan Guatemala.

Pabrik menargetkan untuk mengirim 6 juta ton gula pada 2020-2021 dengan produksi diperkirakan akan meningkat 13 persen setelah hujan yang baik mendorong penanaman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya