Berita

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Jimly Asshiddiqie/Net

Politik

Jimly Asshiddiqie: Jadi Rebutan, Indonesia Harus Bersiap Hadapi Perang Dunia III Di Laut China Selatan

SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 10:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia mesti bersiap menghadapi potensi perang dunia ketiga setelah dua negara adidaya China dan Amerika Serikat mencapai puncak pertempurannya. Terlebih, Indonesia menjadi "barang rebutan" kedua negara tersebut lantaran Indonesia merupakan negara yang sangat strategis.

Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Jimly Asshiddiqie saat menjadi narasumber dalam serial diskusi daring Smart FM bertajuk "Setelah Suga dan Pompeo Bertandang", Sabtu (31/10).

"Mengingatkan semua warga bangsa kita bahwa kita ini sedang berada di bawah ancaman perang dunia ketiga. Jadi kita kita musti antisipasi kemungkinan-kemungkinan," ujar Jimly Asshiddiqie.

"Dunia melihat Indonesia ini strategis. Maka semua kekuatan (Amerika dan China) itu rebutan bagaimana mempengaruhi Indonesia," imbunnya menambahkan.

Apalagi, kata Jimly, medan tempur perang dunia ketiga nanti itu bukan di wilayah sekitaran Amerika Serikat, melainkan di wilayah Laut China Selatan.

"Medan tempurnya itu bukan di wilayah dekat Amerika tapi di Laut Cina Selatan," ungkapnya.

Atas dasar itu, pakar hukum tata negara ini berharap kepada pemimpin bangsa dalam hal ini pemerintah untuk menyudahi "perang sendiri" di dalam negeri. Sebab, negara-negara di dunia tengah mempersiapkan langkah taktis dan strategis menghadapi perang dunia ketiga yang tinggal menunggu momentumnya tiba.

"Maka bangsa Indonesia jangan perang sendiri. Di intern pemerintah jangan perang sendiri dengan rakyatnya gitu loh. Di dalam negeri kita jangan asik perang sendiri, keluar kita nonton lalu kejepit," tutur anggota DPD RI ini.

"Ini kesempatan kita membuktikan tegak lurusnya politik luar negeri kita non-blok, aktif, bebas, menentukan dan berperan untuk membangun perdamaian dunia. Sambil, supaya kepentingan nasional kepentingan rakyat itu dahulukan," demikian Jimly Asshiddiqie menambahkan.

Narasumber lain dalam diskusi daring tersebut antara lain; Pengurus Pusat AIPI yang juga pengajar Universitas Pelita Harapan, Adriana Elisabeth; pengajar Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional, Irman G. Lanti; dan wartawan senior, Gigin Praginanto.

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Kaki Kanan Aktor Senior Dorman Borisman Dikubur di Halaman Rumah

Kamis, 02 Mei 2024 | 13:53

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

Bocah Open BO Jadi Eksperimen

Sabtu, 27 April 2024 | 14:54

UPDATE

Pilkada 2024 jadi Ujian dalam Menjaga Demokrasi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 23:52

Saling Mengisi, PKB-Golkar Potensi Berkoalisi di Pilkada Jakarta dan Banten

Sabtu, 04 Mei 2024 | 23:26

Ilmuwan China Di Balik Covid-19 Diusir dari Laboratoriumnya

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:54

Jepang Sampaikan Kekecewaan Setelah Joe Biden Sebut Negara Asia Xenophobia

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:43

Lelang Sapi, Muzani: Seluruh Dananya Disumbangkan ke Palestina

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:35

PDIP Belum Bersikap, Bikin Parpol Pendukung Prabowo-Gibran Gusar?

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:16

Demonstran Pro Palestina Capai Kesepakatan dengan Pihak Kampus Usai Ribuan Mahasiswa Ditangkap

Sabtu, 04 Mei 2024 | 21:36

PDIP Berpotensi Koalisi dengan PSI Majukan Ahok-Kaesang di Pilgub Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 21:20

Prabowo Akan Bentuk Badan Baru Tangani Makan Siang Gratis

Sabtu, 04 Mei 2024 | 20:50

Ribuan Ikan Mati Gara-gara Gelombang Panas Vietnam

Sabtu, 04 Mei 2024 | 20:29

Selengkapnya