Berita

Perusahaan penghasil dan pengecer minyak Exxon Mobil/Net

Bisnis

Pandemi Covid-19, Exxon Mobil Pecat Ribuan Karyawan

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 14:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Exxon Mobil akan merumahkan ribuan pekerjanya. Raja minyak AS yang bermarkas di Texas itu terpaksa harus mengurangi tenaga kerjanya sebagai bagian dari upaya pemotongan biaya global di mana dia harus memangkasnya hingga 15 persen secara global selama dua tahun ke depan.

Pandemi telah membuat harga minyak jatuh dan perampingan adalah upaya yang harud dipilihnya yang juga akan berdampak pada staf manajemen di Houston. Karyawan diberi dua pilihan yang sama-sama menyakitkan; mundur secara suka rela atau pemutusan hubungan kerja dengan paksa.

Pemotongan tenaga kerja AS adalah 'hasil dari reorganisasi yang sedang berlangsung', kata perusahaan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/10).


Menekankan bahwa itu semua adalah dampak dari pandemi yang tak bisa mereka hindari karena permintaan produk Exxon Mobil yang turun drastis membuat perusahaan harus melakukan efisiensi.
Langkah terbaru yang dilakukan saat ini adalah memangkas biaya yang akan menyusutkan tenaga kerja secara keseluruhan sekitar 14 ribu dari beragam posisi dan kontraktor hingga akhir 2022.

Perusahaan berencana memangkas sekitar 7 ribu karyawan dan 7 ribu staf kontrak antara akhir 2019 dan akhir 2022.

Perusahaan penghasil dan pengecer minyak yang dibentuk pada 30 November 1999 melalui penggabungan Exxon dan Mobil ini  memiliki sekitar 88 ribu pekerja pada akhir 2019, dan sekitar 13.300 pekerja kontrak, kata juru bicara Exxon Mobil.

Harga minyak AS saat ini diperdagangkan di bawah 40 dolar AS per barel, lebih dari 15 dolar AS lebih rendah dari tahun lalu. Penurunan itu telah menekan pendapatan para raksasa minyak, termasuk Exxon Mobil yang akan merilis hasil pada hari Jumat.

Saham Exxon Mobil naik 2,2 persen menjadi 32,27 dolar AS dalam perdagangan sore hari.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya