Berita

Aktivis Petisi ’28, Haris Rusly Moti/Net

Politik

Haris Rusly Moti Duga Menlu AS Datang Untuk Ajak Indonesia Gabung Blok Indo Pacific

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 08:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo diduga untuk mengajak Indonesia masuk dalam blok Indo Pacific guna menghadapi China. Penilaian ini disampaikan aktivis Petisi ’28, Haris Rusly Moti.

Haris Rusly Moti menilai ajakan gabung blok Indon Pacific menjadi salah satu syarat agar investasi dari Amerika Serikat bisa cair. Sebab selama berkunjung ke Indonesia, Pompeo tidak mempermasalahkan mengenai keberadaan UU Ciptaker untuk berinvestasi.

Kepada Indonesia, anak buah Presiden Donald Trump tersebut hanya mensyaratkan Indonesia bersih dari korupsi untuk mendorong investasi AS masuk.


“Pompeo tak hiraukan UU Omnibuslaw,” tegas Haris Rusly Moti dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (30/10).

Namun demikian, mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu menilai upaya AS akan sulit. Sebab, Indonesia secara politik luar negeri dan kebijakan ekonomi sudah terlilit terlalu dalam dengan RRC.

Hanya saja, Amerika Serikat harus sadar bahwa Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi berorientasi pada investasi dan bukan pembangunan industri nasional yang mandi

“Maka Pemerintahan Jokowi kemungkinan akan ikut blok siapapun yang mau investasi,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya