Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ambisi Baru Elon Musk, Ingin Buat Jet Supersonik Tenaga Listrik

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 17:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pendiri sekaligus CEO Tesla, Elon Musk kembali mengutarakan ambisinya untuk mengembangkan jet listrik.

Melalui akun Twitter-nya pada Minggu (25/10), Musk kembali mengungkapkan rencana ambisiusnya yang sudah muncul pada 2008.

"Harus ada jet supersonik baru, kali ini listrik," kata Musk, seperti dikutip Inverse.


Unggahan Musk sendiri merupakan tanggapan atas akun World of Engineering yang memperingati 17 tahun penerbangan komersial terakhir Concorde.

Pesawat gabungan Inggris-Prancis itu merupakan keajaiban teknik pada masanya, dengan kecepatan jelajah 1.350 mil per jam, melakukan perjalanan dari New York ke London dalam waktu kurang dari tiga jam.

Pada 2008 dan ketika muncul dalam cameo di film Iron Man 2 pada 2010, Musk belum secara resmi mengumumkan rencana untuk membuat mesin terbang sendiri.

Namun, pada acara Tesla's Battery Day bulan lalu, Musk mengungkap langkahnya ke depan untuk proyek tersebut.

Pada September 2018, Musk mengungkap rintangan terbesar untuk membuat jet listrik adalah menciptakan baterai dengan kapadatan energi yang cukup.

Saat ini, Tesla Model 3 memiliki baterai sekitar 250 watt-jam per kilogram, Musk menyarankan pendaratan vertikal listrik akan membutuhkan sekitar 400 watt-jam per kilogram. Angka yang ideal adalah sekitar 500 watt-jam per kilogram.

Sinyal terbesar bahwa jet listrik ada di benak Musk datang selama sesi tanya jawab di acara tersebut. Ia mengatakan Tesla berencana memproduksi baterainya sendiri, yang dapat memberikan lonjakan 54 persen dalam kisaran baterai untuk mobil listrik dan penurunan harga 56 persen per kilowatt-jam.

Meskipun Musk tidak secara eksplisit menguraikan kepadatan dalam pembicaraan utama, dia kemudian optimis bahwa Tesla dapat mencapai angka itu di kemudian hari.

"Ada baterai dalam produksi terbatas saat ini yang melebihi 400 watt jam per kilogram, yang menurut saya adalah jumlah yang Anda butuhkan untuk pesawat jarak menengah yang layak. Dan saya pikir baterai kita akan, seiring waktu, mulai mendekati. kisaran 400 watt-jam per kilogram juga," kata Musk.

Sebulan sebelumnya, Musk telah memposting bahwa baterai seperti itu dapat memasuki produksi volume dalam mungkin tiga hingga empat tahun ke depan.

Hasil analisis Inverse, komentar terbaru Musk menunjukkan dia masih tertarik dengan jet listrik. Pada kenyataannya, pengembangan jet listrik mungkin akan terjadi dalam waktu dekat, meski belum diketahui apakah Tesla akan memasuki bisnis penerbangan itu sendiri.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya