Berita

Pemimpin sekte Nxivm, Keith Raniere/Net

Dunia

Pemimpin Sekte Seks Keith Raniere Dijatuhi Hukuman Penjara 120 Tahun Oleh Pengadilan AS

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 09:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin sekte Nxivm, Keith Raniere, akhirnya dijatuhi hukuman 120 tahun penjara oleh hakim New York pada Selasa (27/10) atas perbuatannya menjalankan organisasi yang menjadikan anggotanya sebagai budak seks.

Hukuman seumur hidup yang efektif untuk Raniere itu datang setelah dia dinyatakan bersalah karena memaksa sejumlah wanita untuk berhubungan seks dengannya sebagai pemimpin karismatik Nxivm, sebuah kelompok pembinaan hidup yang menarik perhatian penggemar kaya dan terkenal.

Para pengikutnya harus mendaftar dengan membayar biaya pendaftaran sebesar 5.000 dolar AS untuk mengikuti kursus lima hari kelompok tersebut. Tetapi beberapa hari kemudian mereka dieksploitasi secara finansial dan seksual dan dipaksa untuk mengikuti diet ketat oleh Raniere yang dikenal sebagai 'Vanguard'.


Dia mendirikan sebuah faksi dalam kelompok yang disebut DOS, sebuah struktur piramida di mana para wanita adalah 'budak' dan 'Tuan Besar' Raniere duduk di puncak.

Para 'budak' dibuat untuk berhubungan seks dengan Raniere, menyerahkan informasi pribadi dan foto-foto pribadi mereka- dan beberapa wanita dicap seperti hewan peliharaan saat anggota lain menahan mereka.

Raniere dihukum pada Juni 2019 atas tujuh dakwaan yang diajukan terhadapnya, termasuk pemerasan, perdagangan seks, pemerasan, konspirasi kriminal, dan eksploitasi seksual seorang gadis berusia 15 tahun.

"Saya masih kecil. (Dia) merampok masa muda saya," kata wanita itu dalam pernyataan yang berdampak pada sidang hukumannya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/10).

Sebanyak 15 orang yang 13 di antaranya adalah wanita, berpidato di pengadilan Brooklyn hari Selasa, sementara lebih dari 90 korban menulis surat kepada Hakim Nicholas Garaufis.

Nxivm - diucapkan Nexium - menyedot perhatian massa dengan promosinya tentang kursus perbaikan diri. Organisasi itu didirikan  Raniere di negara bagian New York pada 1998.

Raniere, yang ditangkap di Meksiko pada 2018, mengubah kursus pelatihan pengembangan pribadi itu dengan sesi seks sebagai kepala subkelompok hingga 20 wanita - yang termuda di antaranya berusia 15 tahun.
Kisah dramatis ini telah menjadi subjek dari dua adaptasi layar: seri doku bertajuk 'The Vow' yang baru-baru ini dirilis HBO dan 'Escaping the Nxivm Cult', sebuah film Lisa Robinson 2019 yang berfokus pada kesaksian seorang ibu yang bekerja untuk menyelamatkan putrinya dari organisasi sesat itu.

Berbicara di pengadilan pada hari Selasa, Raniere mengatakan bahwa dia sangat menyesal atas rasa sakit dan kemarahan yang telah diungkapkan para korbannya, tetapi dia tetap mempertahankan bahwa dia tidak bersalah.

"Saya tidak menyesal atas tuduhan itu. Itu tidak benar," tambahnya.

Lima orang lainnya didakwa dalam kasus tersebut, dan semuanya mengaku bersalah.

Aktris Amerika kelahiran Jerman Allison Mack yang dikenal karena perannya dalam 'Smallville', mengakui dua tuduhan pemerasan pada April 2019.

Pewaris kerajaan minuman Kanada Seagram, Clare Bronfman, dijatuhi hukuman bulan lalu setelah juga mengaku bersalah.

Perempuan berusia 41 tahun itu dituduh menggunakan lebih dari 100 juta dolar AS dari perkiraan kekayaan bersihnya yang bernilai 2,6 miliar AS untuk mendanai grup dan mendapat lebih dari enam tahun penjara.

Menyusul hukuman Raniere, Jaksa Penuntut New York Richard Donoghue mengatakan proses tersebut mengungkapkan bahwa Raniere, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang yang cerdas dan jenius, sebenarnya adalah seorang manipulator ulung, seorang penipu dan bos kejahatan dari sebuah organisasi yang mirip sekte.

Jaksa penuntut telah meminta hukuman seumur hidup, menuduh Raniere melakukan "penyangkalan total atas kesalahan".

Sementara itu, tim pembela Raniere telah menyarankan hukuman penjara 15 tahun mungkin akan lebih sesuai untuk kliennya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya