Berita

Kerusuhan di Italia/Net

Dunia

Kota-kota Di Italia Diguncang Kerusuhan Pasca Pemerintah Keluarkan Peraturan Pembatasan Covid-19

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Milan dikepung aksi unjuk rasa yang mengecam peraturan pembatasan yang dikeluarkan otoritas setempat. Kerusuhan meluas ke kota-kota besar lainnya di Italia pada Senin (26/10).

Aksi unjuk rasa itu telah menghancurkan jendela-jendela toko. Pendemo melemparkan apa saja ke arah aparat. Bom asap, botol, batu, ke arah polisi di alun-alun kota utama tempat pemerintah daerah Piedmont bermarkas, menurut laporan TV negara RAI.

Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membersihkan para pengunjuk rasa di Piazza del Castello.


Kerusuhan yang mengkhawatirkan itu dipicu oleh sekelompok 'ultras', sebutan bagi penggemar sepak bola radikal, kata kantor berita LaPresse. Dikatakan lima dari pengunjuk rasa ditahan oleh pihak berwenang, seperti dikutip dari Euro News, Selasa (27/10).

Protes dimulai tak lama setelah pemerintah memberlakukan peraturan agar bar, kafe, dan restoran ditutup pada pukul 6 sore selama 30 hari ke depan. Hal ini untuk menahan penyebaran virus corona.

Karena sebagian besar orang Italia pergi keluar untuk makan paling cepat pukul 19.30, maka, keputusan menutup bar dan resto pada pukul 6 membuat para orang-orang marah. Keputusan tersebut secara efektif menghapus sebagian besar pendapatan restoran yang sudah berkurang dalam pandemi, meskipun layanan pengantaran dapat berlanjut hingga tengah malam.

Tindakan keras itu diumumkan Minggu, sehari setelah Italia mendaftarkan lebih dari setengah juta kasus virus korona yang dikonfirmasi sejak wabah pandemi.

Minggu lalu, pawai damai oleh pemilik toko dan pemilik bisnis lainnya terjadi di Naples. Mereka kesal dengan jam malam regional yang memerintahkan warga untuk turun dari jalan pada pukul 11 ​​malam. Aksi yang sebelumnya berlangsung damai berubah menjadi kekerasan di dekat markas besar wilayah Campania.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya