Berita

Mantan kepala CIA John Brennan/Net

Dunia

Mantan Kepala CIA Kecam Rencana Trump Yang Akan Undang Putra Mahkota Arab Saudi MBS Ke Gedung Putih

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan Presiden Donald Trump pada Jumat (23/10) yang akan mengadakan pertemuan dan jamuan besar di Gedung Putih dengan mengundang putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), mendapat kecaman dari mantan kepala CIA John Brennan.

John Brennan mengatakan gagasan mengundang MBS dianggap sangat keterlaluan mengingat dugaan keterlibatan penguasa Saudi dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

"Jika dia mengundang Mohammed bin Salman untuk datang ke negara ini dan dijamu oleh Presiden Amerika Serikat, setelah apa yang dilaporkan oleh komunitas intelijennya sendiri, CIA, tentang tanggung jawab MBS atas pembunuhan Khashoggi, jelas itu tidak benar," kata Brennan saat wawancara dengan podcast Yahoo News.


Menurutnya, pemerintahan Trump seharusnya bergerak untuk mengecam MBS, setelah beberapa badan intelijen AS mengaitkan penguasa itu dengan pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat Turki Arab Saudi dua tahun lalu. Bukan malah merangkulnya untuk sebuah kerja sama.  

"Ada hal-hal yang sangat bisa dibuktikan yang bisa mereka lakukan," kata Brennan, tentang meminta pertanggungjawaban penguasa Saudi.

"Tapi justru Trump belum melakukan semua itu. (mestinya) mereka bisa memastikan bahwa mereka tidak akan berurusan dengan MBS," ujar Brennan, seperti dikutip dari MEE, Senin (26/10).

Trump sedang melancarkan strateginya agar Saudi bergabung dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan dalam menandatangani perjanjian normalisasi yang akan mencetak sejarah besar. Sampai saat ini para pemimpin Saudi belum secara terbuka mengkonfirmasi bahwa mereka siap untuk melakukan perjanjian normalisasi itu.

Kebalikan dengan Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Demokrasi, Joe Biden, mengatakan bahwa jika dia terpilih pada November, dia akan menilai kembali hubungan AS dengan Arab Saudi.

"Dua tahun lalu, operator Saudi, dilaporkan bertindak atas arahan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, membunuh dan memutilasi, jurnalis, dan penduduk AS Jamal Khashoggi," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

"Pelanggarannya, yang telah dibayar dengan nyawanya, adalah mengkritik kebijakan pemerintahnya. Di bawah pemerintahan Biden-Harris, kami akan menilai kembali hubungan kami dengan kerajaan, mengakhiri dukungan AS untuk perang Arab Saudi di Yaman, dan memastikan Amerika tidak memeriksa nilainya di pintu untuk menjual senjata atau membeli minyak," ujar Biden.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, mengajukan gugatan perdata terhadap MBS serta pejabat lainnya, berusaha untuk menuntut mereka bertanggung jawab atas pembunuhan brutal jurnalis tersebut.

Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif DAWN, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berfokus pada MENA yang didirikan oleh Khashoggi sebelum kematiannya, ikut mengecam pernyataan Trump yang akan mengundang MBS ke Gedung Putih dan melakukan kerja sama.

Dengan sinis ia memposting di Twitter kalimat sambutan dalam bahasa Arab sebelum mengatakan kepada MBS:  "(Saya) SUKA Anda datang ke Washington, dan sampai jumpa di pengadilan!"

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya