Berita

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak/Net

Dunia

Dukungan Najib Razak Untuk Anwar Ibrahim Perdalam Kekacauan Politik Malaysia

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 10:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kisruh politik di Negeri Jiran tampaknya belum akan berakhir. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak tengah berupaya menggalang dukungan parlemen di koalisi untuk pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim.

Dilaporkan CNA, dukungan Najib terhadap Anwar telah memperdalam ketidakstabilan politik di Malaysia, khususnya ketika pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sedang digempur oleh pandemi Covid-19.

Muhyiddin baru-baru ini bahkan dirongrong oleh desakan mundur karena gagal memberlakukan keadaan darurat Covid-19 setelah gagasannya ditolak Yang di-Pertuan Agong.


Muhyiddin sendiri hanya memiliki mayoritas dua kursi di parlemen, sehingga setiap perubahan dukungan sekecil apapun akan mempengaruhi koalisinya.

Najib yang merupakan bagian dari UMNO juga mendorong partainya untuk menentukan pemilihan PM baru setelah wabah Covid-19 terkendali. Jika koalisi menolak gagasan tersebut, maka UMNO harus terbuka untuk bekerja sama dengan Anwar.

Anwar sendiri adalah salah satu pemimpin kunci dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) yang mengalahkan Najib pada pemilihan 2018.

Sejak saat itu, Najib dihukum karena korupsi dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Ia dibebaskan dengan jaminan dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sementara itu, dalam pertemuan Senin malam, UMNO menegaskan tidak akan beralih haluan dan tetap mendukung Muhyiddin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya