Berita

Rusia dan Amerika Serikat mendesak Turki untuk membantu membawa Azerbaijan dan Armenia ke meja negosiasi terkait konflik Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Rusia Dan AS Kompak Desak Turki Jangan Ganggu Gencatan Senjata Armenia-Azerbaijan

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengaruh Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan tampaknya sangat diakui oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Dua negara tersebut mendesak agar Ankara untuk tidak menganggu gencatan senjata kemanusiaan ketiga yang telah disepakati. Alih-alih, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu harus membantu membawa Armenia dan Azerbaijan ke meja untuk negosiasi.

Dimuat RIA Novosti pada Senin (26/10), Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov membujuk Turki untuk menggunakan pengaruhnya guna menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh.


"Kami membujuk kolega kami, Turki, untuk menggunakan pengaruh mereka untuk mendukung, memanfaatkan jalur (negosiasi)," kata Lavrov.

Pada hari yang sama, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Adam Schiff juga mendesak Erdogan untuk mengakhiri perang di Nagorno-Karabakh.

"Kemarin saya berbicara dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan tentang upaya mengamankan gencatan senjata. AS harus terus menekan (Presiden Armenia Ilham) Aliyev dan Erdogan untuk mengakhiri perang ini," cuit Schiff dalam akun Twitter-nya.

Pada Minggu (25/10), Armenia dan Azerbaijan mencapai kesepakatan gencatan senjata ketiga yang ditengahi oleh AS di Washington. Gencatan senjata berlaku mulai Senin pukul 8 pagi waktu setempat.

Namun 45 menit setelah diberlakukan, jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan mengungkap militer Azerbaijan meluncurkan serangan artileri ke Nagorno-Karabakh.

"Sangat melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai di AS, mulai dari pukul 8.45 pagi hari ini angkatan bersenjata Azerbaijan melepaskan tembakan artileri ke posisi Tentara Pertahanan Artsakh di arah timur laut," kata Stepanyan dalam sebuah pernyataan.

Sebelum gencatan senjata yang ditengahi oleh AS, Armenia dan Azerbaijan juga telah mencapai dua kali gencatan senjata yang difasilitasi oleh Rusia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya