Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin/Net

Politik

Di Tengah Pandemi, Jusuf Kalla Umroh Bareng Mantan Wakapolri Syafruddin

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 08:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di tengah pandemi Covid-19, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

Ibadah umroh dilakukan Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam usai mendapat kepastian dari Sekjen Liga Dunia Islam, Muhammad Abdul Karim Al Issa saat mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Minggu (25/10).

Pada Sabtu (24/10), Jusuf Kalla dan Syafruddin memang tengah berada di Riyadh. Keduanya mewakili Yayasan Museum Rasulullah SAW dan Peradaban Islam untuk melakukan penandatangan naskah perjanjian kerjasama pendirian dan pembangunan gedung pameran dan museum sejarah Rasulullah SAW dan peradaban Islam di Indonesia. Perjanjian itu diteken dengan pihak Liga Dunia Islam.


Sementara sehari sebelumnya, tepatnya pada Jumat (23/10), Jusuf Kalla berkunjung ke Tahta Suci, Vatikan. Dia melakukan pertemuan dengan Pemimpin Tahta Suci Vatikan Paus Fransiskus di Private Library Paus di Kawasan St. Peter Basilica Vatikan bersama 5 orang anggota Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity.

Kembali ke soal umroh yang dilakukan Jusuf Kalla. Seluruh rombongan sebelum menuju Masjidi Haram Makkah Al Mukkaramah, melakukan miqat dan niat umroh di Jeddah.

Setibanya di pelataran Masjidil Haram, seluruh rombongan langsung memperlihatkan barcode yang ada di dalam gadget setiap anggota rombongan.

Barcode ditunjukkan setelah rombongan selesai mengisi aplikasi “Tawakkhalna”. Aplikasi mewajibkan setiap jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh melampirkan hasil tes swab PCR 48 jam sebelum melaksanakan umroh.

Jamaah yang melaksanakan ibadah umroh lalu melakukan tawaf dengan mengitari Kabah sebanyak 7 putaran dilanjutkan Sai dari Bukit Safa hingga Bukit Marwa sebanyak 7 kali.

Selesai melakukan tawaf dan Sai, delegasi dari Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan shalat Maghrib dan Isya berjamaah dan berdoa di depan Kabah.

Jusuf Kalla meminta para delegasi berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Diharapkan vaksin bisa sudah ditemukan pada tahun depan.

Rombongan juga mendoakan keselamatan bangsa Indonesia dan kesuksesan pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Menurut rencana, Delegasi yang dipimpin Jusuf Kalla, Senin (26/10) akan melakukan ziarah di Makam Nabi Muhammad SAW dan kedua sahabat Rasulullah. Kemudian dilanjutkan melaksanakan shalat dan berdoa di Raudhah, bagian dari Masjid Nabawi pada zaman Rasulullah SAW.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya