Berita

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo/Net

Publika

Tentang Hasil Penyelidikan Bareskrim Terkait Kebakaran Kejaksaan Agung

MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 13:34 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

AKHIRNYA, hasil penyelidikan tentang kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang terjadi tanggal 22 Agustus lalu diumumkan Badan Reserse Dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

CNN Indonesia melaporkan rilis yang disampaikan Pihak Bareskrim melalui Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo mengatakan bahwa titik api kebakaran Gedung Kejaksaan Agung disebabkan oleh rokok yang dibakar oleh tukang atau kuli yang sedang mengerjakan proyek pembangunan di gedung tersebut.


Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa asal mula api berasal dari Aula Biro Kepegawaian yang berada di Lantai 6.

Di lokasi itu, kata Sambo, ada lima tukang bangunan yang sedang melakukan pengerjaan proyek pembangunan di sana.

"Ternyata mereka dalam melaksanakan kegiatan, selain melakukan pekerjaan, mereka juga melakukan tindakan yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan, yaitu mereka merokok di ruangan tempat mereka bekerja," kata Sambo di Mabes Polri, Jumat (23/10).

Padahal, kata Sambo, di lokasi itu banyak benda-benda yang mudah terbakar, seperti tinner, lem aibon, dan sebagainya.

Sambo menuturkan atas dasar itu, maka penyidik menyimpulkan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kelalaian kelima tukang tersebut.

"Kebakaran karena kelalaian dari lima tukang yang bekerja di ruang lantai 6 aula tersebut. Harusnya tidak merokok, karena itu bahan berbahaya," ujarnya.

Bareskrim menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka dijerat dengan Pasal 188 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.

Penggunaan Pasal 188 KUHP dalam kejadian ini memang sudah tepat, dimana pasal itu berbunyi sebagai berikut :

“Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

Untuk dapat dipidana dengan pasal ini, perbuatan ke 8 orang tersangka itu dianggap memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

1. Karena kesalahannya menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir (ini berarti perbuatan tersebut bukan atas kesengajaan, tetapi karena kelalaian).

2. Akibat perbuatan tersebut, timbul bahaya umum bagi barang, bagi nyawa orang lain atau mengakibatkan orang mati.

Yang ingin disampaikan di sini adalah prasangka buruk dari sejumlah pihak bahwa Gedung Utama Kejaksaan Agung dibakar karena faktor kesengajaan untuk menghilangkan barang bukti kasus korupsi Djoko Tjandra, akhirnya terpatahkan.

Djoko Tjandra adalah narapidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali.

Prasangka buruk alias tudingan itu ternyata tidak terbukti.

Kembali pada hasil penyelidikan Bareskrim tentang kebakaran Gedung Utama Bareskrim memberikan hikmah bahwa semua pihak harus lebih waspada dan bertanggung jawab pada tugas masing masing.

Bareskrim menyelidiki kasus kebakaran ini, di tengah gencarnya tudingan dari sebagian pihak bahwa kebakaran itu disengaja untuk menghilangkan barang bukti kasus Djoko Tjandra.

Tapi akhirnya, Bareskrim sukses mengungkap kasus ini sehingga anak buah dari Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memang pantas untuk diapresiasi atas kerja keras mereka mengungkap.

Padahal dari awal, polisi sempat menemui kendala karena sangat minim bukti yang bisa dilihat dari rekaman CCTV di lokasi kebaran.

Namun ternyata Bareskrim dapat mengungkap kasus ini agar menjadi terang benderang apa yang menyebabkan Gedung Utama Kejaksaan Agung Terbakar.

Tabik Pak Polisi !!!

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya