Berita

Pengurus Badko HMI Aceh, Zulfata/Istimewa

Politik

Pengunjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Ditangkap, Badko HMI Aceh: Tak Akan Picu Ketakutan Demonstran Lainnya

JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 11:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penangkapan sejumlah pengunjuk rasa mahasiswa yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Batubara, Sumatera Utara, disorot Badko HMI Aceh. Secara khusus mereka meminta para pengunjuk rasa yang ditangkap segera dibebaskan.

Pengurus Badko HMI Aceh, Zulfata, meminta kepolisian tidak bersikap berlebihan dalam mengatasi aksi unjuk rasa mahasiswa. Dia juga meminta kepolisian bersikap bijak dalam menangani Arwan Syahputra, Ketua HMI Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh.

Arwan dan rekan-rekannya ditangkap aparat kepolisian setelah berunjuk rasa menolak UU Cipta Karya di Batubara, Sumatera Utara. Dia dan 42 mahasiswa lainnya terlibat dalam kericuhan di depan kantor DPRD setempat, Selasa lalu (20/10).


“Soal adanya kericuhan bukan satu-satunya dasar bagi polisi untuk mengamankan para demonstran. Kami ingatkan agar kepolisian mewujudkan dan mempertontonkan kemanfaatan dan keadilan hukum saat menyikapi arus demonstrasi yang kian deras saat ini,” kata Zulfata, Kamis (22/10), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Zulfata juga mengimbau seluruh keluarga besar HMI, di semua daerah, untuk bersama-sama dengan lembaga masyarakat sipil merapatkan barisan dan pantang mundur.

Bersama-sama menjaga perkembangan bangsa Indonesia dari berbagai praktik penindasan yang mengatasnamakan konstitusi cacat prosedural.

Dia juga mengajak HMI untuk mengutuk keras praktik penegakan hukum tebang pilih.

“Jangan harap, ketika Arwan dan kawan-kawan telah diamankan akan memicu ketakutan bagi para demonstran lainnya,” kata Zulfata.

Menurut Zulfata, para demonstran hanya ingin negara membuat undang-undang yang membela kepentingan rakyat Indonesia. Bukan mencari posisi aman di ketiak para cukong yang selama ini bersembunyi di dalam lembaga-lembaga negara.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya