Berita

Ekonom senior Indef, Dradjad H. Wibowo/Net

Politik

Penerimaan Pajak Buruk Dan Utang Menggunung Jadi Titik Lemah Jokowi

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 10:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masalah ekonomi menjadi catatan paling buruk dalam satu tahun kinerja pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Utang menggunung dan kegagalan menggenjot pajak jadi indikatornya.

“Sebagai ekonom, saya melihat ekonomi juga menjadi titik lemah Pak Jokowi,” ujar ekonom senior Indef, Dradjad H. Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (20/10).

Ketua Dewan Pakar PAN ini mengurai bahwa utang luar negeri Indonesia sudah semakin menumpuk. Tercatat pada periode Agustus 2020 utang luar negeri ini Indonesia mencapai Rp 6.098, 72 triliun. Penyebab utama lonjakannya adalah penerimaan pajak negara yang buruk.


Secara tegas, Dradjad menolak anggapan bahwa ekonomi Indonesia merosot gara-gara adanya dampak Covid-19. Sebab, penerimaan pajak di Indonesia sudah lesu beberapa tahun sebelum virus dari Wuhan, China itu merebak.

“Faktanya kinerja jelek pajak ini sudah terjadi bertahun-tahun. Anehnya, solusinya bukan mencari pajak secara kreatif tapi tetap ramah bisnis. Solusinya justru menggenjot utang, utang, dan utang,” katanya.

“Bahasa gampangnya, pemerintah gagal menggenjot pajak, tapi berhasil menggenjot utang,” tandasnya.

Dia menambahkan jika Presiden Jokowi tidak segera mengoreksi masalah pemerintahannya seperti pelemahan KPK, penanganan buruk Covid-19 dan utang pemerintah bakal menjadi catatan buruk Jokowi ke depan.

“Tiga hal di atas hemat saya bakal menjadi sejarah negatif Pak Jokowi jika tidak segera dikoreksi,” tegasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya