Berita

Perusahaan minyak Prancis, Total, dibawa ke pengadilan karena diduga telah melanggar HAM di Uganda dan Tanzania/Net

Dunia

Dituding Lakukan Pelanggaran HAM Di Uganda Dan Tanzania, Perusahaan Minyak Total Dibawa Ke Meja Hijau

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) diduga dilakukan oleh perusahaan minyak Prancis, Total di Uganda dan Tanzania.

Sebuah laporan yang dirilis oleh dua kelompok aktivis Prancis, Friends of the Earth dan Survie, pada Selasa (20/10) menunjukkan, lebih dari 100 ribu orang di Uganda dan Tanzania terluka karena pelanggaran HAM terkait dengan operasi minyak Total.

Dalam laporan yang dikutip Reuters, para aktivis menuding Total sudah mengintimidasi dan gagal memberikan kompensasi yang layak kepada pemilik tanah yang terkena dampak pekerjaan proyek minyak di Tilenga, Uganda.


Selain itu, proyek Total juga menganggu akses pendidikan dan perawatan kesehatan masyarakat setempat dalam beberapa kasus.

Saat ini, kedua kelompok aktivis tersebut tengah membawa temuannya ke pengadilan untuk mengungkap betapa buruknya dampak operasi perusahaan minyak itu.

Satu pengadilan Prancis sebelumnya memutuskan untuk tidak menindaklanjuti kasus tersebut. Namun para aktivis mengajukan banding dan keputusan lain akan dikeluarkan pada pekan depan.

Sampai berita ini dirilis, Total belum memberikan komentar. Sebelumnya, Total berdalih pihaknya melakukan proyek di Uganda sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya