Berita

Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad H. Wibowo/Net

Politik

Dradjad Wibowo: Banyak Pendukung Fanatik Jokowi Yang Kini Kecewa Berat

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sebuah pandangan dari sejumlah masyarakat umum tentang setahun kepemimpinan Jokowi-Maruf yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/10), turut disampaikan Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad H. Wibowo.

Dradjad H. Wibowo menolak menyampaikan pandangan pribadinya demi menghindari bias subjektivitas. Dia pun memilih menyampaikan pandangan dari sejumlah masyarakat umum yang jadi pendukung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.

“Saya akan membatasi pandangan saya pribadi agar tidak dituduh bias. Kecuali, pandangan ekonomi yang memang bidang saya. Saya hanya menyambung lidah saja ucapan-ucapan dari para (mantan) pendukung Presiden Jokowi yang disampaikan ke saya,” ujar Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/10).


Dia mengatakan ada seseorang yang loyal dan fanatik terhadap Jokowi-Maruf Amin, menilai kinerja setahun Jokowi ini dianggapnya memble.

“Ada seorang wartawan senior, dia redaksi salah satu grup media besar di Indonesia. Dia pendukung fanatik Pak Jokowi sejak maju gubernur DKI hingga pilpres 2019 kemarin. Kalau diskusi pribadi maupun grup WA, dia membela habis-habisan Pak Jokowi,” katanya.

“Belum lama ini dia mengungkapkan kekecewaannya ke saya. Kata dia, perangkat pemerintahan Presiden Jokowi sekarang memble semua,” imbuhnya.

Tidak hanya wartawan tersebut, banyak orang juga yang telah berpesan kepadanya mengenai satu tahun pemerintahan Jokowi dengan nada miring. Bahkan membenarkan pernyataannya dahulu perihal kelemahan kebijakan Jokowi-Maruf Amin, yakni soal pelemahan KPK.

“Itu hanya salah satu contoh. Tidak sedikit aktivis, wartawan, ilmuwan, kaum profesional, pebisnis (termasuk dari etnis Tionghoa) yang selama ini pendukung fanatik beliau yang kecewa berat. Bahkan ada yang mengatakan ke saya: “Mas Dradjad benar”. Itu soal pelemahan KPK. Pelemahan KPK, atau kata sebagian mereka adalah pengebirian KPK, memang menjadi pemicu utama kekecewaan mereka,” katanya.

Meski memiliki perbedaan afiliasi politik, Dradjad mengatakan sebagian besar pendukung Jokowi-Maruf yang saat ini kritis itu merupakan sahabat lamanya.  Semua sama-sama berjuang agar Indonesia bersih dari korupsi.

“Jadi kami melakukan apa yang kami bisa untuk menjaga KPK agar tetap bergigi dalam memberantas korupsi. Pelemahan KPK membuat teman-teman itu ‘lari’ dari Pak Jokowi. Bahkan sebagian dari mereka menjadi jauh lebih kritis dari saya sekarang,” ucapnya sambil terkekeh.

“Itu sebabnya, beberapa media yang dulu adalah penabuh gendang Pak Jokowi, sekarang menjadi sangat kritis,” tambahnya.

Pakar ekonomi senior ini menyampaikan alasan kekecewaan yang lain adalah penanganan pandemi Covid-19 yang jelek.

“Majalah Forbes bahkan menempatkan Indonesia di urutan 97 dari 100 negara. Berbagai media luar negeri juga mengeritik keras buruknya penanganan pandemi di Indonesia. Padahal dulu mereka banyak memuji Pak Jokowi,” bebernya.

“Saya juga mengkritik kedua isu di atas. Rasa-rasanya sih kritik saya keras juga. Tapi sekarang saya malah kalah keras kritiknya dibanding mereka,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya