Berita

Konflik di Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Dua Gencatan Senjata Kemanusiaan Dilanggar Oleh Azerbaijan

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertempuran sengit antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh dipicu oleh serangan militer Baku. Mengingat, baik Armenia maupun Nagorno-Kabakh tidak memiliki alasan apapun untuk memulai perang.

Dimuat kantor berita pemerintah Armen Press pada Selasa (20/10), Armenia menjelaskan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh dalam perundingan negosiasi.

"Azerbaijan dan Turki, sebaliknya, membuat pernyataan maksimalis bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan setelah mereka mengubah status quo dengan menaklukkan Nagorno-Karabakh," lanjut kantor berita itu.


Setelah disepakati pada Jumat (19/10), gencatan senjata kemanusiaan seharusnya dilaksanakan pada Sabtu (10/10) oleh kedua belah pihak. Namun Azerbaijan melanggar kesepakatan gencatan senjata beberapa menit setelah diberlakukan.

Hal yang sama kemudian terulang pada gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati pada Sabtu (17/10) yang seharusnya berlaku pada tengah malam pada Minggu (18/10).

"Angkatan bersenjata Azerbaijan sekali lagi melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru dan sejak pagi 18 Oktober pukul 07.20 (waktu setempat), melanjutkan agresi besar-besaran terhadap Artsakh," tulis Armen Press.

"Tidak ada obat lain untuk orang-orang Nagorno Karabakh selain mengakui kemerdekaan mereka secara internasional sebagai jaminan utama keamanan mereka," tandas laporan itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya