Berita

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid/Net

Politik

Jazilul Fawaid: Tahun Pertama Pemerintahan Jokowi-Maruf Masih Dikritik Pedas

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 20:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Setahun pemerintahan Jokowi-Maruf Amin menuai kritik pedas terkait rencana kebijakan yang dijalankan pemerintah untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi, sosial, dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Begitu yang disampaikan Pimpinan MPR RI, Jazilul Fawaid kepada wartawan mengomentari jelang setahun kepemimpinan Jokowi periode kedua ini yang jatuh pada, Selasa besok (20/10).

“Itu hal yang wajar dalam era demokrasi. Kita jadikan kritik sebagai bagian dari energi dan dinamika dalam pembangunan,” ucap Jazilul.


Menurut Waketum PKB ini, selama ini pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk mencari solusi mengatasi krisis ekonomi hingga terjungkal dalam lubang resesi akibat pandemi.

“Kami melihat, pemerintah terus berupaya keras mencari dan menjalankan berbagai cara agar Indonesia dapat mengatasi krisis dan resesi. Kami mengajak semua pihak agar dapat bersatupadu menghadapi kesulitan,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan, meski banyak ujian di tahun pertama pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, diharapkan kedua pemimpin negara itu bisa membuka dialog dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas politik dan ekonomi tanah air.

“Pemerintah tetap harus menjaga stabilitas politik dengan membuka ruang dialog selebar-lebarnya agar memiliki kesamaan tekad untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Kita pun harus sadar bahwa target pertumbuhan yang direncanakan mengalami kegagalan, tapi kita tidak bisa mengatakan pemerintah gagal total, karena penyebab adalah masalah eksternal, Covid-19,” ujarnya.

“Semoga Covid-19 segera berlalu dan kita kembali membangun dalam kondisi normal,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya