Berita

Demo di Chili, Minggu 18 Oktober 2020/Net

Dunia

Demo Di Chili Berujung Rusuh, Satu Gereja Hangus Dibakar Massa

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 13:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Chili membara saat puluhan ribu warganya berkumpul di alun-alun pusat Santiago untuk melakukan aksi damai memperingati peristiwa protes yang menewaskan setidaknya 30 orang pada 2019 yang berubah menjadi kerusuhan dan aksi penjarahan pada Minggu (18/10) malam waktu setempat.

Aksi demonstrasi sudah dimulai sejak pagi hari di pusat kota dan di kota-kota di seluruh Chili yang bertambah besar dan bersemangat sepanjang malam.

Awalnya demonstrasi berjalan damai, namun semakin malam aksi itu berubah menjadi anarkis, diwarnai oleh meningkatnya insiden kekerasan, penjarahan supermarket dan bentrokan dengan polisi di seluruh ibu kota. Sirene truk pemadam kebakaran, barikade yang menyala di jalan raya, dan kembang api di jalan-jalan pusat kota menambah rasa kekacauan di beberapa lingkungan.


Menteri Dalam Negeri Victor Perez berbicara pada larut malam, memuji demonstrasi awal yang damai sekaligus menyayangkan kekacauan yang terjadi di larut malam. Dia meminta warga Chili untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan memberikan suara dalam referendum konstitusi 25 Oktober mendatang.

"Mereka yang melakukan tindakan kekerasan ini tidak ingin Chili menyelesaikan masalah kami melalui cara-cara demokratis," kata Perez kepada wartawan, berjanji akan menghukum mereka yang melanggar batas, seperti dikutip dari AFP, Senin (19/10).

Pada pagi hari, massa yang marah mencemooh dan mengancam seorang walikota Partai Komunis. Kemudian, orang-orang bertopeng mengebom markas polisi dan gereja. Para pengacau menyerang gereja Santiago lainnya di sore hari, membakar puncak menara dan jalan-jalan sampingnya tersumbat asap.

Lebih dari 15 stasiun metro ditutup sementara di tengah kerusuhan. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air dalam pertempuran kecil dengan orang-orang yang terkadang melakukan kekerasan, berkerudung, dan bertopeng.

Protes tahun lalu, yang dimulai 18 Oktober, berkecamuk hingga pertengahan Desember ketika warga Chili berkumpul di seluruh negeri untuk menyerukan reformasi sistem pensiun, perawatan kesehatan, dan pendidikan.

Kerusuhan dan penjarahan mengakibatkan kerusakan dan kerugian miliaran dolar bagi bisnis dan infrastruktur negara saat itu. Kerusuhan itu membuat militer turun ke jalan untuk pertama kalinya sejak pemerintahan diktator Augusto Pinochet.

Polisi memperkirakan bahwa unjuk rasa hari Minggu di Santiago menarik sekitar 25.000 orang pada pukul 6 sore, jauh lebih kecil dari protes terbesar tahun 2019.

Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi skala kecil dan insiden kekerasan yang terisolasi telah muncul kembali di Chili, ketika 6 juta warga ibu kota keluar dari kurungan selama berbulan-bulan setelah pandemi Covid-19.

Sebagian besar pengunjuk rasa pada hari Minggu mengenakan masker, tetapi banyak yang terlihat dalam kelompok yang ketat, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi risiko kesehatan. 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya