Berita

Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny Gerrard Plate/RMOL

Politik

Menkominfo: Ada 1.197 Hoaks Di Sosial Media Soal Covid-19

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 16:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia tidak akan sukses menangani Covid-19 jika protokol kesehatan tidak dilakukan secara tertib. Oleh karenanya, piblik diimbau untuk tetap taat terhadap anjuran pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Begitu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny Gerrard Plate dalam rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia dengan topik Mitigasi Dampak Covid-19, Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan secara virtual, Minggu (18/10).

“Saya yakin masyarakat adaptif, mengikuti arahan tokohnya, termasuk tokoh pemerintah. Tokoh harus jadi panutan,” ujar Johnny Plate.


Selain itu, ia juga menyampaikan data terkait temuan informasi hoaks di sosial media mengenai Covid-19.

“Dari sisi Covid terdapat 1.197 temuan isu hoaks Covid-19 yang tersebar di 4 platform digital, di sejumlah 2.020 sebaran. Di Facebook 1.497, di Instagram 20, di Twitter 482, YouTube 21,” imbuhnya.

Adapun yang sudah ditindak pemerintah dengan menghapus konten mengenai informasi hoaks itu sebanyak 1.759 dari empat platform media sosial.

“Instagram ada 54, Twitter 424, tersisa yang proses 261 (di antaranya) Facebook 197, Instagram 5, Twitter 58, YouTube 1. Hampir semua pimpinan pemilik atau eksekutif platform media sosial ini, saya sudah hubungi yang di Amerika Serikat,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengku telah berbicara dengan CEO YouTube untuk ikut mengawasi informasi hoaks sosial media di Indonesia.

“Terakhir, saya bicara dengan Susan CEO YouTube yang memberikan komitmen yang kuat utk bersama sama mengatasi covid-19  di dalam ruang digital soal hoaks di Indonesia,” tandasnya.

Selain Menkominfo, acara tersebut dihadiri politisi Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno, Dokter Spesialis Paru Erlina Burhan, Ketum KADIN Indonesia Roeslan Roeslani, Peneliti Senior Indikator Indonesia Rizka Halida, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya