Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari/Net

Politik

Prabowo Dijamu Di Pentagon, PKS: Kita Harus Berteman Dengan Semua

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sehingga, tidak akan menjadi bagian dari boneka negara kuat manapun, termasuk Amerika Serikat dan China.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan bahwa Indonesia tidak akan berpihak pada satu saja kekuatan dunia. Posisinya berada di tengah karena non blok dan bebas aktif.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya anggapan bahwa kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat bertujuan mencari kiblat pergaulan internasional baru untuk melawan China.  


“Saya kira kita harus berteman dengan semua, dengan Amerika, berteman dengan Rusia, berteman dengan China, berteman dengan Uni Eropa. Enggak boleh berteman dengan satu pihak, kan kita non-blok,” ujar Abdul Kharis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/10).

“Kalau kita non-blok kan harus menjaga kedekatan yang sama,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kerjasama militer dalam bidang kemaritiman yang dinilai publik untuk melawan China lantaran kerap mengganggu Indonesia di Natuna Utara.

Legislator dari PKS ini meyakini Prabowo tidak akan main-main dengan Amerika Serikat dan akan membawa marwah Indonesia di mata negara adidaya itu.

“Biasa diplomasi mereka, Amerika berdiplomasi sah-sah saja. Pak Prabowo pasti bisa mengambil sikap terbaik untuk Indonesia,” ujar Abdul Kharis.

“Saya kira Indonesia dekat dengan semuanya tidak dengan negara tertentu saja. Prinsip non-blok kita. Dengan Amerika kita deket kok,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya