Berita

Embargo senjata terhadap Iran secara otomatis tidak berlaku mulai Minggu, 18 Oktober 2020/Net

Dunia

Hari Ini, Embargo Senjata Iran Dicabut Secara Otomatis

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 08:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Embargo senjata terhadap Iran secara otomatis telah dicabut, sesuai dengan kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa itu, Teheran harus mengurangi program nuklirnya dan menurunkan cadangan uranium dengan imbalan keringanan sanksi, termasuk pencabutan embargo senjata lima tahun setelah JCPOA diadopsi.

JCPOA disepakati pada 14 Juli 2015, lalu diadopsi pada 18 Oktober 2015, dan diimplementasikan pada 16 Januari 2016.


Melalui pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, maka mulai hari ini, Minggu (18/10), embargo senjata telah diberhentikan.

"Hari ini adalah momen penting bagi komunitas internasional, yang menyimpang dari upaya jahat AS), telah melindungi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 dan JCPOA," tulis kementerian.

"Mulai hari ini, semua pembatasan atas transfer senjata, aktivitas terkait dan layanan keuangan ke dan dari Republik Islam Iran, serta semua larangan terkait masuk atau transit melalui wilayah negara anggota PBB yang sebelumnya diberlakukan, otomatis diberhentikan," lanjutnya. 

Dalam pernyataan itu, kementerian menjelaskan tidak ada tindakan khusus yang perlu dilakukan oleh pihak Iran mengingat embargo dicabut secara otomatis dan tidak ada perpanjangan maupun tindakan lain yang diambil oleh DK PBB.

"Mulai hari ini, Republik Islam Iran dapat memperoleh senjata dan peralatan yang diperlukan dari sumber mana pun tanpa batasan hukum dan hanya berdasarkan kebutuhan pertahanannya, dan juga dapat mengekspor persenjataan pertahanan berdasarkan kebijakannya sendiri," tegas kementerian.

Dalam unggahan Twitter-nya, Menteri Luar Negeri Iran, Mohamad Javad Zarif menggunggah keterangan dari pihak kementerian tersebut.

"Normalisasi kerja sama pertahanan Iran dengan dunia saat ini adalah kemenangan bagi multilateralisme serta perdamaian dan keamanan di kawasan kita," cuit Zarif, @JZarif.

Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian JCPOA dan memberlakukan kebijakan tekanan masksimum pada Iran dengan memberikan serangkaian sanksi secara sepihak.

Awal tahun ini, AS mencoba berkampanye untuk pemulihan sanksi internasional terhadap Iran, khususnya untuk perpanjangan embargo senjata, tetapi semua rancangan resolusinya akhirnya ditolak.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya