Berita

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penemuan kembali 85 miliar meter kubik gas alam di Laut Hitam/Net

Dunia

Diumumkan Erdogan, Turki Temukan Lagi 85 Miliar Meter Kubik Cadangan Gas Alam Di Laut Hitam

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 07:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki menemukan kembali 85 miliar meter kubik gas alam di Laut Hitam, menambah penemuan bersejarah pada Agustus lalu.

Penemuan itu diumumkan langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan setelah melakukan pemeriksaan di kapal bor Fatih pada Santu (17/10).

"Sebagai hasil dari pengujian, analisis, dan pekerjaan teknik terperinci, kami menemukan 85 miliar kubik lagi ke cadangan," ujar Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu Agency.


Erdogan menjelaskan, penemuan terjadi di kedalaman 4.445 meter. Sebelumnya, pada Agutus Turki juga menemukan cadangan gas alam.

“Total cadangan gas bumi di sumur TUNA-1 Lapangan Gas Sakarya mencapai 405 miliar meter kubik,” kata Erdogan.

“Cadangan yang kami temukan di Laut Hitam adalah sumber daya hidrokarbon terbesar negara kami hingga saat ini,” tambahnya.

Erdogan mengatakan dia berharap ketergantungan eksternal Turki pada gas alam akan sangat berkurang dengan penemuan-penemuan baru.

Pekerjaan di sumur TUNA-1 diselesaikan setelah mencapai kedalaman 4.775 meter (15.666 kaki) sesuai rencana. Erdogan menambahkan bahwa pencarian Turki untuk sumber daya hidrokarbon di Laut Hitam dan Mediterania akan terus berlanjut.

Setelah pemeliharaan dan pengadaan, Fatih akan bertugas di sumur lain, Turkali-1, di Lapangan Gas Sakarya bulan depan.

Selain itu, Erdogan juga telah mempersiapkan robot kapal selam berteknologi canggih yang dikendalikan dari jarak jauh.

Ia mengatakan robot yang diberi nama Kasif (Explorer) itu akan memenuhi kebutuhan listrik di kedalaman ratusan meter dan rekaman video akan diperoleh dengan remote control.

Erdogan didampingi Wakil Presiden Fuat Oktay, Menteri Keuangan dan Keuangan Berat Albayrak, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, jurubicara kepresidenan Ibrahim Kalin saat melakukan inspeksi di kapal bor.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya