Berita

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Achmad Baidowi/Net

Politik

Gatot Nurmantyo Puji Omnibus Law, Wakil Ketua Baleg: Beliau Objektif

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 17:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang memuji tujuan omnibus law UU Cipta Kerja direspons positif oleh sejumlah anggota Badan Legislasi DPR.

Salah satunya Wakil Ketua Baleg DPR RI, Achmad Baidowi, yang menyebut Gatot objektif dalam memahami omnibus law UU Ciptaker. Sebab, Gatot yang pernah menjabat Panglima TNI dinilai mengetahui banyaknya regulasi yang tumpang tindih.

"Beliau objektif ya, sebagai orang yang pernah duduk di jajaran pemerintahan, melihat kendala-kendala yang ada saat itu termasuk juga salah satunya sudah disampaikan kendala-kendala investasi sudah banyak, di antaranya tumpang tindihnya regulasi,” kata Awiek sapaan akrabnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/10).


"Latar belakangnya beliau paham, dan saya kira apa yang disampaikan beliau menjadi orang yang objektif," imbuhnya.

Apakah pernyataan Gatot tersebut muncul untuk meredam situasi panas saat ini terkait pengesahan UU Ciptaker? Sekretaris Fraksi PPP DPR ini justru punya pandangan tersendiri.

Menurut Awiek, pernyataan Gatot itu muncul karena telah memahami kandungan dan subtansi dari undang-undang sapu jagat tersebut.

"Apakah itu terkait situasi yang memanas? Tidaklah. Di satu sisi beliau sebagai presidium KAMI ya, tapi di sisi lain beliau memang mengetahui persoalan yang sebenarnya ada di Indonesia itu seperti apa. Di luar ketentuan yang menimbulkan pro dan kontra, ya paling tidak masalah itu coba dijawab dalam omnibus law Cipta Kerja ini," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya