Berita

Presiden Kyrgyzstan, Sooronbay Jeenbekov/Net

Publika

Akhirnya Presiden Mundur

JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 10:10 WIB

JUDUL ini tentu bukan berita di Indonesia yang masih penuh dengan kegelisahan bahkan kegoncangan akibat undang undang yang "memakan semua" omnibus law. Aksi unjuk rasa belum ada tanda berakhir. Masyarakat belum puas dengan berbagai klarifikasi tentang "hoaks" bahkan tindakan "tegas".

Adalah Presiden Kyrgyzstan, Sooronbay Jeenbekov yang baru saja mengundurkan diri akibat unjuk rasa akibat sengketa pemilihan anggota parlemen 4 Oktober 2020. Presiden Jeenbekov mengundurkan diri dengan mempertimbangkan kebaikan negara dan tidak mau mengorbankan rakyat yang tersakiti.

"Saya tidak bergantung pada kekuasaan. Saya tidak ingin turun dalam sejarah Kurzystan sebagai Presiden yang membiarkan pertumpahan darah dan penembakan terhadap rakyat. Saya telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri," demikian ungkapan dilansir Al Jazeera 15 Oktober 2020.


Kepemimpinan yang berpikir kebaikan ke depan tentu terpuji apalagi dengan  keyakinan bahwa kekuasaan bukanlah segala-galanya.

"Mempertahankan kekuasaan tidak sebanding dengan integritas negara dan kesepakatan dalam masyarakat" kata Jeebenkov.

Unjuk rasa rakyat adalah suara kebenaran dan keadilan, bukan sasaran lawan dari kekuasaan. Substansi yang diperjuangkan senantiasa pada aspek kecurangan, keculasan atau kesewenang-wenangan. Juga berkisar pada moralitas politik, hukum, dan ekonomi yang diabaikan.

Pada November 2019 yang lalu, Presiden Bolivia, Evo Marales juga mengundurkan diri setelah unjuk rasa rakyat Bolivia yang datang bergelombang. Akhirnya dengan "terbirit-birit" ia lari meminta suaka ke Mexico City. Kekuasaan tak mampu dipertahankan dengan modal kekerasan.

Unjuk rasa di Indonesia baru tahap desakan pembatalan omnibus law yang dinilai berbahaya oleh kaum buruh dan lainnya. Implikasi bisa saja pada tuntutan pengunduran diri jika tidak ada putusan bijak. Tindakan represif bukan jawaban. Karenanya diharapkan tidak ada sikap  pemaksaan kehendak. Undang-undang ini diproduk tanpa proses dan konten yang matang dan berkeadilan.

Reaksi publik harus dibaca sebagai kritik atas pemanfaatan hukum oleh kepentingan politik yang secara telanjang dipertontonkan. Rasa malu penyelenggara negara yang hilang. DPR maupun pemerintah.

Sebagai pelajaran adalah peristiwa di Amerika Latin lagi, Mexico tepatnya. Anggota Parlemen Antonio Garcia  pada tahun 2013 berpidato sambil membuka baju kemeja dasi dengan menyisakan celana dalam saja yang dikenakannya.

"Kalian malu melihatku telanjang? Kenapa kalian tidak malu pada bangsamu? Hartanya telah kalian rampok dan curi, hingga kalian dan keluarga kalian hidup dalam kemewahan yang paripurna!?".

Ia memprotes investasi asing yang telah menggerus kedaulatan negara.

"Karena duit rela mengorbankan harga diri dan bangsa!" tegasnya.

Untung saja itu pidato di Mexico, bukan di Indonesia.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya