Berita

Ilustrasi dokter/Net

Kesehatan

Angka Kematian Dokter dan Nakes Mengkhawatirkan, IDI Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Lawan Covid-19

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 12:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Angka kematian dokter dan juga tenaga kesehatan (Nakes) lainnya semakin mengkhawatirkan, karena masih terus bertambah hingga bulan Oktober ini.

Dalam catatan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), selama dua pekan Oktober sudah ada 9 dokter meninggal dunia, dengan total 136 dokter wafat akibat Covid.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 71 dokter umum (4 guru besar), dan 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 66 IDI cabang kota/kabupaten.


Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) menerangkan, selama berbulan-bulan setelah pandemi ini masuk Indonesia, angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan.

"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19. Ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," ujar Ari dalam siaran pers yang dibagikan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

Karena itu, Ari meminta angka kematian dokter dan tenaga kesehatan lainnya bisa ditekan dengan cara kerjasama yang baik oleh semua stake holder dan juga masyarakat.

"Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya. Harus ada kerjasama menyeluruh baik dari Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," ungkap Ari.

"Sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," sambungnya.

Lebih lanjut, Ari berharap kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjadi garda terdepan untuk melawan infeksi virus asal Wuhan, China tersebut. Dia menghimbau agar masyarakat menaati protokol kesehatan pencegahan penularan.

Yaitu, dengan menerapkan 3M; menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

"Tidak hanya masyarakat, namun Kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," demikian Ari Kusuma Januarto.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya