Berita

Ketua Netfid Indonesia, Dahliah Umar dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis, 15 Oktober 2020/RMOL

Dunia

Dari Perang Dagang China Hingga Obamacare Jadi Faktor Penentu Keputusan Pemilih AS

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) tengah menggelar pesta demokrasi, yaitu pemilihan umum yang akan menentukan presiden untuk periode empat tahun ke depan yang dimulai pada Januari 2021.

Ada beberapa isu yang mendasari masyarakat AS untuk memilih di antara dua kandidat, yaitu petahana Donald Trump-Mike Pence dari Partai Republik dan lawannya, Joe Biden-Kamala Harris dari Partai Demokrat.

Isu-isu tersebut tentu terlepas dari faktor ideologi di antara kedua kubu yang sangat jelas perbedaannya.


"Pertama, penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi Amerika," kata Ketua Netfid Indonesia, Dahliah Umar dalam diskusi virtual bertajuk "Hak Politik, Isu Kewarganegaraan dan Ancaman Pandemi Covid-19" pada Kamis (15/10).

Isu pandemi Covid-19, menurut Dahliah, lebih condong merugikan petahana mengingat Trump yang pada awal wabah kerap mendiskreditkan virus corona hingga akhirnya jutaan orang AS terinfeksi dan ratusan ribu meninggal dunia.

Selain itu pandemi, Dahliah juga menyebut perang dagang dengan China. Isu itu mempengaruhi keputusan pemilih karena telah berdampak pada perekonomian di AS.

"Nah ini yang paling penting adalah Donald Trump ingin menghapus jaminan perlindungan bagi pre-existing condition. Jadi Obamacare ini seperti kita BPJS ya," lanjut dia, merujuk pada Affordable Care Act (ACA) yang kerap disebut Obamacare.

Isu lainnya yang juga masih membuat situasi AS tegang adalah rasisme yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd pada 15 Mei. Rasisme sendiri mempertajam isu-isu identitas di AS.

Selain itu, kebijakan imigrasi, khususnya mengenai pengungsi juga tampak jelas di antara kedua kubu, kata Dahliah.

"Yang paling penting (juga) isu mengenai hak reproduksi perempuan. Karena baik Republik maupun Demokrat sangat jelas perbedaannya," jelas Alumni University of Nottingham itu.

Partai Demokrat sendiri dikenal lebih terbuka dan memberikan warganya hak untuk menentukan keputusan perihal aborsi. Sementara bagi Partai Republik, itu merupakan kegiatan ilegal.

Lebih lanjut, kedua kubu juga memiliki perbedaan dalam pola pelayanan negara. Partai Republik lebih mengarah pada pemerintahan yang kecil sehingga pajak lebih murah. Sementara Partai Demokrat berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pajak lebih mahal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya