Berita

Pudji Hartanto (baju hitam)/Ist

Nusantara

Petuah Anggota Kompolas Buat Polri Usai Pantau Langsung Pengamanan Aksi Tolak UU Cipta Kerja

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 21:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Pudji Hartanto memantau langsung jalanya aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu sekaligus melihat langsung dari dekat pengamanan jalannya aksi oleh Polda Metro Jaya, mulai dari perkuatan pengamanan sampai dengan pengawasan dan pengendalian pimpinan kesatuan di lapangan.

Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri ini menghimbau agar massa dalam menyampaikan unjuk rasa tetap mematuhi UU 9/1998 tentang penyampaian pedapat di muka umum yakni dengan tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.


"Polri-pun harus tetap bisa menahan diri, jangan mudah terpancing tetap lakukkan tindakan tegas terukur namun humanis, tidak perlu takut dan ragu, itu semua dilaksanakan sesuai SOP dan Perkap (Peraturan Kapolri) yang berlaku," kata Pudji kepada wartawan di lokasi, Selasa (13/10).

Pudji menegaskan, Kompolnas tetap berharap agar Polri menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan tindak anarkisme, tidak hanya itu, korps bhayangkara juga diharapkan mengungkap aktor intelektual dibalik aksi demontrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Dari patauan di lapangan, Unjuk rasa massa Aliansi Nasional Anti- Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (Anak NKRI) yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan Gerbang Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang semula tertib, kemudian berakhir ricuh.

Kericuhan mulai usai mobil komando yang menjadi pusat aksi telah bergeser dari depan Gedung Indosat sekitar pukul 16.30.

Kemudian, massa yang didominasi remaja merangsek masuk ke depan dan berhadap-hadapan dengan barigade Brimob yang berjaga. Timpukan bekas botol air mineral mulai berterbangan ke arah petugas, seolah massa mengajak Brimob untuk bentrok.

Sekitar setengah jam, setelah banyak timpukan, personel Brimob kemudian mulai menembakan gas air mata ke arah demonstran ditambah jam aksi unjuk rasa yang telah diatur oleh UU hampir habis.

Akhirnya kawasan Patung Kuda telah dikuasai oleh pasukan Brimob, massa berhasil di dorong ke arah Bawaslu dan ke arah Balaikota DKI Jakarta. Beberapa kompi Brimob mulai menyebar, mensweeping kumpulan massa yang masih berkumpul di sekitar jalan protokol Sudirman-Thamrin

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya