Berita

Pimpinan MPR RI Jazilul Fawaid/Net

Politik

Syahganda Nainggolan Ditangkap, Pimpinan MPR: Saya Tunggu Prosesnya, Jangan Sampai Salah Tangkap

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 13:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sekretaris Jenderal Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan ditangkap tim penyidik Bareskrim Mabes Polri lantaran diduga melakukan pelanggaran UU ITE.

Pimpinan MPR RI Jazilul Fawaid menyampaikan, masyarakat harus menghormati proses hukum Syahganda Nainggolan agar tidak menimbulkan beragam spekulasi.

“Ya kita menghormati dan ikuti saja proses hukum, sehingga enggak memunculkan spekulasi-spekulasi,” ucap Jazilul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/10).


Anggota Komisi III DPR RI ini juga berharap aparat penegak hukum transparan dalam mengawal kasus Syahganda Nainggolan. Hal itu dilakukan agar tidak ada celah terhadap spekulasi liar masyarakat.

“Tapi saya juga berharap kepada aparat penegak hukum untuk bertindak secara adil, dan terbuka transparan sehingga menutup pintu untuk spekulasi-spekulasi itu,” katanya.

Legislator PKB ini mengatakan proses hukum harus berjalan sesuai hukum sehingga diharapkan kepolisian terbuka dengan publik mengenai penangkapan Syahganda Nainggolan.

“Hukum itu sudah ada koridornya, kalau tidak transpara nanti akan bergeser peristiwa hukumnya jadi politik,” imbuhnya.

Disinggung mengenai Syahganda Nainggolan dikenal sebagai underbouw atau orang dekat Gatot Nurmantyo yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah. Dia meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan.

“Kebetulan beliau di KAMI, jadi dikaitkan dengan KAMI. Saya tidak tahu, karena urusan itu atau urusan lain. Kalau yang nangkap direktorar siber berarti ada masalah dengan siber,” ujarnya.

“Saya menunggu proses seperti apa. Jangan juga salah tangkap,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya