Berita

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim/Net

Dunia

Gara-gara Klaim Punya Mayoritas Dukungan Parlemen, Anwar Ibrahim Diinterogasi Polisi Hari Ini

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 10:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Klaim Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim yang memiliki mayoritas dukungan di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru berujung pada pemanggilan polisi.

Departemen Penyelidikan Pidana (CID) Bukit Aman dilaporkan memanggil Anwar pada hari ini, Selasa (13/10) pukul 9 pagi waktu setempat.

Sebelumnya, Direktur CID Bukit Aman, Komisaris Polisi Huzir Mohamed mengatakan, pihaknya memanggil Anwar untuk diinterogasi pada Senin (12/10) pada pukul 11 pagi.


"Namun kami diberitahu oleh sekretaris pribadinya bahwa dia hanya bisa melakukannya pada jam 9 pagi hari ini. Kami kemudian menunda pencatatan keterangannya," kata Huzir, dikutip dari The Star.

Huzir menjelaskan, pemanggilan itu dilakukan untuk penyelidikan kasus terkait daftar 121 anggota parlemen yang diduga mendukung Anwar di media sosial.

“Kami telah menerima enam laporan polisi terkait masalah tersebut, dimulai dengan laporan yang diajukan oleh anggota parlemen Jerantut pada 8 Oktober," ujar Huzir.

“Kami sedang menyelidiki kasus ini berdasarkan Pasal 505 (b) KUHP dan Pasal 233 UU Komunikasi dan Multimedia 1998,” tambahnya.

Pada 23 September, Anwar mengklaim telah mengantongi mayoritas dukungan di parlemen dan dapat menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Kemudian pada 8 Oktober, ia mengaku akan bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada hari ini untuk membahas masalah tersebut.
Setelah klaim itu muncul, berbagai spekulasi bermunculan di media sosial terkait daftar anggota parlemen yang diduga mendukungnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya