Berita

Ilustrasi Pasien Covid-19

Kesehatan

Pemerintah Libatkan 11 Ribu Puskemas Untuk Penyuntikan Vaksin Covid-19

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 18:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Proses penyuntikan vaksin Covid-19 yang direncanakan berlangsung mulai awal tahun depan bakal melibatkan 11 Ribu Puskesmas.

Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengatakan belasan ribu puskesmas tersebut akan menyuntikkan 160 juta masyarakat.

"Totalnya ada 160 juta (masyarakat). Berdasarkan vaksin yang ada perlu dua dosis, yaitu 320 juta," ujar Airlangga dalam acara Talkshow virtual yang disiarkan BNPB, Senin (12/9).


Nantinya, tekhnis penyuntikan vaksin akan dilangsungkan secara bertahap. Di mana, untuk mempercepatnya dilibatkan belasan ribu puskesmas tersebut.

"Dan memang tidak semuanya sekaligus, tapi bertahap. Jadi kita bayangkan kalau kita melakukan penyuntikkan sebanyak 1 juta per hari, 1 tahun sekitar 260 juta, dan kita melibatkan 11 ribu puskesmas. Satu puskesmas minimal 100 kali suntikan," terangnya.

Ketua Umum Partai Golkar itu menambahkan, proses penyuntikan vaksin terlebih dahulu dberikan kepada garda terdepan penangaan Covid-19 seperti tenaga medis, para medis, pelayan kesehatan TNI dan Polri, serta aparat hukum sejumlah 3,5 juta jiwa.

Kemudian selain itu, vaksin akan disuntikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah yang jumlahnya 5 juta orang; tenaga pendidik PAUD, TK, SD, SMP, dosen perguruan tinggi  4,3 juta orang.

Setelah itu, aparat pemerintah pusat dan daerah, legislatif sebanyak 2,3 juta orang, dan penerima bantuan pembayaran iuran BPJS yang jumlahnya sebanyak 96 juta orang, yang juga bakal mendapat giliran selanjutnya.

"Terhadap kebutuhan itu, pemerintah sedang membuat MoU (Master of Understanding) atau pengikatan untuk jumlah tersebut," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya