Berita

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, Khairi Amri/Net

Nusantara

Buntut Unjuk Rasa Ricuh, Ketua KAMI Kota Medan Ditangkap Polisi

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pihak Kepolisian menangkap Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, Khairi Amri.

Penangkapan ini berkaitan dengan unjuk rasa berujung ricuh yang terjadi di Kota Medan kemarin.

"Yang bersangkutan sudah diamanakan dan diperiksa," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja dikutip dari Kantor Berita RMOLSumut, Senin (12/10).


Tatan menolak menjelaskan secara detail mengenai penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Khairi Amri. Pihak Kepolisian menurutnya, masih memintai keterangan kepada yang bersangkutan.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan saja nanti," ungkapnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa ricuh menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja terjadi di beberapa tempat di Indonesia. KAMI sendiri menjadi ramai diisukan menjadi pihak yang berada dibalik kericuhan tersebut.

Pihak KAMI Pusat sendiri memastikan hal ini merupakan fitnah yang sengaja ditujukan kepada mereka mengingat mereka sangat banyak mengkritik pemerintahan saat ini.

Deklarator KAMI, Adhie Massardi memastikan bahwa sejak berdiri KAMI konsisten menjadi gerakan moral konstitusional yang juga mendukung gerakan civil society anti kekerasan.

"Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia adalah gerakan moral konstitusional yang anti-kekerasan (non-violence) dan mendukung gerakan civil society anti-kekerasan," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya