Berita

Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto/Net

Kesehatan

Soal Pengadaan Vaksin, Airlangga: Menkes Dan Menteri BUMN Sedang Nego Final Dengan AstraZeneca

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 13:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan pemulihan bidang kesehatan akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengeluarkan regulasi dan membangun kerjasama dengan sejumlah produsen vaksin di beberapa negara.

Begitu yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto usai rapat terbatas, Senin (12/10).

"Terkait dengan pengadaan vaksin, pemerintah sudah mengeluarkan Perpres 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan pemerintah sudah menyiapkan pengadaan vaksin. Dan sekarang, Menteri Kesehatan maupun Menteri BUMN sedang negosiasi final dengan AstraZeneca," kata Airlangga.


"Dan kita menyiapkan untuk pengadaan 100 juta (vaksin) dan untuk itu diperlukan down payment sebesar 50 persen atau 250 juta," imbuhnya menambahkan.

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan saat ini pemerintah telah melakukan finalisasi dengan beberapa suplier atau provider vaksin, seperti Sinovac, Sinofarm, Cansino, termasuk AstraZeneca.

"Kita sudah punya jadwal detail pengadaan 143 juta, dan ini seluruhnya nanti awalnya bekerja sama dengan Bio Farma, dan Sinofarm itu sekitar di tahun 2020, 15 juta, kemudian terkait Cansino ini menjanjikan kita sekitar 100 ribu di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta dan AstraZeneca, kami sudah sebutkan, di mana untuk Bio Farma akan melakukan pembelian di awal, terutama bahan baku yang akan diproduksi," urainya.

Untuk sasaran penerima vaksin, lanjut Airlangga, pemerintah akan merencanakan dengan memprioritaskan garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 dari tingkat institusi penegak hukum hingga nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

"Paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik 3,4 juta (orang), butuhnya 6,9 juta. Kemudian masyarakat, tokoh agama, daerah, kecamatan, RT/RW 5,6 (juta orang), 11 juta. Tokoh pendidik, tenaga pendidik, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi 4,3 juta (orang), aparatur sebesar 2,3 (juta) dan penerima BPJS bantuan iuran 86 (juta), subtotal 102 (juta) dan masyarakat yang usianya antara 19 sampai 59 (berjumlah) 57 juta, sehingga total 160 juta," katanya.

“Dalam perencanaan untuk tahun 2021 itu sudah secure untuk kebutuhan 135 juta orang. Jumlah vaksin sekitar 270 juta untuk 2021. sisanya nanti terus didorong untuk 2022," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya