Berita

Ilustrasi pelajar menggunakan masker/Net

Politik

Kritik Anies Soal Belajar Di Masa PSBB, Rahmad Handoyo: Jangan Cuci Tangan!

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 02:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kritikan disampaikan sejumlah pihak berkenaan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 101/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19.

Hal yang khusus disoroti adalah soal aturan belajar di masa pandemi Covid-19 yang tercantum dalam Pasal 9 Pergub tersebut. Pada Ayat 1 dijelaskan, protokol kesehatan wajib dijalankan oleh siswa dan juga guru serta aturan protokol kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran tatap muka. Artinya, ada kemungkinan sekolah dilakukan tatap muka.

Sementara pada Ayat 2 di Pergub yang sama, ketentuan lebih lanjut mengenai protokol pencegahan Covid-19 di sekolah dan di institusi lainnya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan. Hal ini pun dianggap multitafsir.


Bahkan menurut politisi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo, Anies Baswedan seakan cuci tangan dengan adanya peraturan yang ambigu.

“Jangan cuci tangan, bila ada masalah (jangan) dilimpahkan ke dinas pendidikan. Kalau dilarang ya dilarang, jangan ambigu atau siap lari dari tanggung jawab," kata Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/10).

Dia menegaskan, harusnya seorang gubernur tidak membuat aturan yang multitafsir yang berakibat membungungkan bagi masyarakat.

“Makanya buat aturan yang tegas, jangan ambigu dan multitafsir,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya