Berita

Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Hikmahanto: Gaya Prabowo Mirip SBY, Thousand Friends Zero Enemy

MINGGU, 11 OKTOBER 2020 | 15:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia di mata dua negara adidaya Amerika Serikat dan China cukup memiliki peran strategis sehingga dua negara itu perlu menarik perhatian Indonesia untuk bersekutu.

Untuk itu, Indonesia harus cerdas dalam menghadapi dua negara tersebut.

Begitu yang disampaikan guru besar hubungan internasional, Hikmahanto Juwana saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL mengenai rencana pertemuan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper.


Hikmahanto mengatakan karakter Prabowo Subianto mirip Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam melakukan kerjasama internasional.

Sehingga diharapkan Indonesia memiliki posisi netral dengan kedua negara itu atau sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif.

“Dia kan seperti Pak SBY. Thousand friends zero enemy,” ucap Hikmahanto.

Mengenai pertemuan Mark Esper dan Prabowo, kata dia, yang dikhawatirkan masyarakat mengubah pola pertemanan Indonesia-China. Menurut Hikmahanto hal itu tergantung bagaimana Prabowo menentukan sikap secara cerdas.

“Sekarang tinggal bagaimana Indonesia bisa dapat manfaat dari kedua negara tersebut dengan cerdas. Meski oleh AS dan China dibilang licik, karena cerdas dan licik memang tipis. Kita lihat saja bagaimana beliau bermain caturnya,” ujarnya.

Hikmahanto menilai Indonesia sendiri akan bersikap netral antara dua negara adi daya itu.

“Nah Indonesia akan bersikap netral. Nggak mau dijadikan proxy tapi kita bisa keras sama China dengan mengancam kita akan berpihak ke AS,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya