Berita

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro dalam Farah ZoomTalk pada Jumat, 9 Oktober 2020/RMOL

Kesehatan

Dokter Reisa Jawab Simpang Siur Teori Konspirasi, Virus Corona Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 15:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Teori konspirasi mengenai virus corona baru atau SARS-CoV-2 terus bertebaran meski pandemi sudah terjadi selama hampir satu tahun.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro pun memberikan jawaban terkait teori konspirasi yang menyatakan virus corona tidak eksis di dunia.

Dalam diskusi Farah ZoomTalk bertajuk "Jangan Pernah Menyerah! Strategi Hadapi Pandemi Covid-19. Cerdas YES, Cemas NO!" yang berlangsung pada Jumat (9/10), dr. Reisa mengatakan, virus corona sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.


"Virus corona sendiri memang sebenarnya banyak sekali jenisnya dan sudah lama ada di dunia ini, ratusan tahun," terangnya.

Ia menjelaskan, pada awalnya virus corona menyerang dari satu binatang ke binatang lain. Namun pada 1960-an, muncul kasus virus corona pada manusia. Bahkan virus itu bisa menyerang antarmanusia.

"Dari situlah penelitian tentang virus corona digencarkan. Dari situ diketahui, oh ternyata banyak sekali yang bisa menyerang manusia juga," tambahnya.

Sejauh ini, dr. Reisa menyebut, ada empat tipe utama dalam virus corona. Tetapi virus corona yang paling sering menyerang adalah Alfa dan Beta.

"Tipe Alfa ini ternyata seasonal flu, jadi flu musiman. Tapi karena gejalanya ringan dan dia itu self-limiting disease, ya dia ga kita anggap serius," sambung dr. Reisa.

Berbeda dengan tipe Alfa, tipe Beta sendiri menurut dr. Reisa menyebabkan keparahan yang lebih fatal dan tingkat penularannya cepat.

Ia mengatakan, virus corona tipe Beta yang kerap menjadi wabah, seperti halnya SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

SARS sendiri adalah SARS-CoV-1. Sementara virus corona baru yang mengakibatkan penyakit Covid-19 adalah SARS-CoV-2.

"Ini (virus corona baru) adalah hasil mutasi dari virus SARS-CoV-1. Jadi memang virus corona ini cepet banget berubah secara genetika," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya