Berita

Ilustrasi pasien Covid-19 yang dievakuasi tenaga medis

Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 Jangan Takut Stigma Negatif, Psikolog: Jujur Adalah Setengah Kesembuhan!

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 15:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Stigma negatif terhadap orang-orang yang terinfeksi Covid-19 harus diabaikan oleh para pasien positif Covid-19.

Begitulah yang diungkapkan Psikolog Universitas Indonesia (UI) Mira Amir, dalam diskusi virtual yang disiarkan Youtube BNPB, Jumat (9/10).

"Perlu ditanamkan bahwa yang sakit bukan cuma kita sendiri loh. Sudah banyak yang memang sudah terpapar," ujar Mira.


Salah satu hal yang mesti dipikirkan oleh para pasien atau orang-orang yang sudah terinfeksi Covid-19 adalah menghilangkan stigma negatif yang ada di masyarakat.

Karena menurutnya, stigma yang ada di masyarakat tidak bisa diinterversi oleh orang lain dan akan mengganggu proses penyemebuhan. Sementara, pasien positif harus fokus untuk pemulihan dirinya..

"Menghadapi stigma negatif adalah fokus pada apa yang bisa kita ubah, apa yang bisa membuat kita happy, membuat kita nyaman, gitu ya. Jadi abaikan saja dulu stigma-stigma negatif itu," ungkapnya.

Bahkan kalau perlu, Mira menyarankan pasien positif Covid-19 untuk memaafkan orang-orang yang memberikan stigma negatif, karena mungkin belum memahami persoalan pandemi.

"Karena Penyakit ini kan memang baru, gejalanya berbeda-beda pada setiap orang. Tapi itu kondisi lain. Yang penting adalah saya mampu membuat diri saya senang, bahagia, menerima diri saya," tandasnya.

Dengan demikian, Mira mengajak untuk pasien-pasien positif Covid-19 untuk jujur kepada lingkungannya. Karena hal tersebut menurutnya adalah bagian dari proses penyembuhan.

"Kalau kita menutupi berarti kita hanya keep sendiri, sedih sendiri. Itu akan sangat tidak nyaman. Tapi ketika kamu mampu bersikap terbuka, itu sebenarnya sudah setengah menuju kesembuhan," bebernya.

"Teman-teman kita banyak yang baik kok, lingkungan kita sebenarnya positif kok. Ayo kita terbuka, jujur, karena itu sudah setengah dari pengobatan," demikian Mira Amir.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya