Berita

Demo tolak omnibus law di Jakarta/Net

Politik

Usaha Anies Minta Warga Di Rumah Saja Bisa Berantakan Gara-gara Omnibus Law

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Maraknya aksi demo penolakan UU Cipta Kerja dikhawatirkan dapat mengganggu upaya menekan penyebaran Covid-19 yang kini belum menunjukkan penurunan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz pun menyoroti sikap pemerintah pusat sebagai salah satu aktor pengesahan UU kontroversial yang memantik massa menggelar aksi turun ke jalan. Seharusnya, kata dia, pemerintah pusat bisa lebih bijak dengan menunda pengesahan UU Ciptaker hingga pandemi berakhir.

"Akibatnya saat ini kita lihat demo sudah mulai merata di seluruh provinsi," ujar Aziz saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Kamis (8/10).


Di Jakarta, hari ini massa berbagai elemen dari mahasiswa hingga kaum buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Ciptaker yang dinilai hanya menguntungkan penguasa.

Abdul Aziz yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera ini khawatir jika lalai menerapkan protokol kesehatan, berkumpulnya massa tersebut dapat mengakibatkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

Hal itu pun akan membuat upaya Gubernur DKI Jakarta dalam mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saja akan berantakan gara-gara aksi penolakan omnibus law.

Oleh karenanya, Aziz mengimbau kepada para mahasiswa dan buruh yang berdemo, juga aparat yang bertugas di lapangan untuk selalu menjaga kesehatan.

"Tetaplah menggunakan masker dan menjaga jarak agar demo untuk penyaluran aspirasi bisa berjalan aman dan damai," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya