Berita

Perwakilan tetap China untuk PBB, Zhang Jun/Net

Dunia

Lawan Tiga Negara Yang Pelopori Pengecaman Terhadap China, Dubes Zhang Beri Serangan Balik: Ngaca,Dong!

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 09:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perwakilan tetap China untuk PBB, Zhang Jun, membantah tuduhan tidak berdasar yang dialamatkan oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain terhadap China terkait dengan Xinjiang dan Hong Kong di sesi Debat Umum Komite Ketiga Majelis Umum PBB, Selasa (6/10).

Zhang dengan tegas menolak pernyataan mereka dan mengatakan itu adalah tindakan yang salah dengan mencampuri urusan dalam negeri China dengan menggunakan alasan hak asasi manusia. Hal itu juga yang akhirnya memprovokasi konfrontasi di antara negara-negara anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Zhang mengatakan, dunia saat ini berada pada titik kritis dengan tantangan besar. Negara-negara anggota PBB baru saja memperingati 75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para pemimpin dunia telah menyerukan solidaritas dan kerja sama dalam memerangi Covid-19  dan mengatasi tantangan global lainnya.


“Sayangnya, suara-suara terdengar kembali dari sejumlah negara. Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris, mengabaikan seruan dari semua sisi. Bersikeras memprovokasi antagonisme," ujar Zhang, seperti yang dilaporkan Global Times, Rabu (7/10).

"Mereka menyalahgunakan platform PBB, mempolitisasi masalah hak asasi manusia, dan memprovokasi konfrontasi politik. Mereka menyebarkan informasi palsu dan virus politik. Mencoreng China dan mencampuri urusan dalam negeri China. China dengan tegas menentang dan menolak itu,” kata Zhang.

Tindakan tercela Amerika Serikat benar-benar bertentangan dengan tren sejarah, menurut Zhang. Dunia sedang maju. Rakyat dan dunia menginginkan solidaritas bukan perpecahan, kerja sama bukan konfrontasi, saling menguntungkan bukan permainan zero-sum. Amerika Serikat berada di sisi sejarah yang salah dan sedang melawan komunitas internasional, katanya.

“Saya ingin memberi tahu Amerika Serikat: Klise Anda sama sekali tidak benar. Prestasi China dalam pembangunan hak asasi manusia diakui secara luas dan tidak boleh disangkal oleh kebohongan dan penipuan Anda. Pengadopsian langkah-langkah efektif China untuk memerangi terorisme, menjaga keamanan nasional, dan mempromosikan Pembangunan ekonomi dan sosial didukung kuat oleh seluruh rakyat China dan dapat bertahan dalam ujian waktu dan sejarah,” ujarnya.

“Skema politik Anda tidak akan pernah berhasil. Negara-negara berkembang memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan mereka, mencapai pembangunan, dan memelihara keamanan. Ini saatnya Anda menyadari kegagalan upaya-upaya Anda yang berturut-turut. Menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah Anda, atau menyembunyikan kegagalan Anda.”

“Menyalahkan China tidak bisa menutupi catatan buruk hak asasi manusia Anda,” kata Zhang.

Sebelum menuduh orang lain, sebaiknya Amerika Serikat melihat dirinya sendiri di cermin. Faktanya, Amerika Serikat-lah yang harus bekerja untuk melindungi hak-hak dasar rakyatnya. Lebih dari 200 ribu orang Amerika telah kehilangan nyawa karena Covid-19. Yang dibutuhkan pemerintah AS adalah merawat yang sakit dan menyelamatkan nyawa, bukan menyebarkan ‘virus politik’ dan membuat masalah di mana-mana, katanya.

Diplomat Tiongkok itu juga mengatakan, justru Amerika Serikatlah yang harus menghapus diskriminasi rasial dan membiarkan rakyatnya bernapas.

“Terdapat diskriminasi dan kekerasan rasial sistematis dalam sistem peradilan dan penegakan hukum AS. Jutaan orang Amerika telah berteriak ‘Saya tidak bisa bernapas’ dan ‘Black Lives Matter’. Komite Ketiga harus memperhatikan diskriminasi rasial dan kebrutalan polisi di Amerika Serikat. Panitia harus membahas masalah tersebut dan mengambil resolusi untuk itu,” katanya.

“Amerika Serikatlah yang harus menghentikan kejahatan perang dan memberikan perdamaian kembali kepada dunia. Dalam 244 tahun keberadaannya, Amerika Serikat tidak berperang hanya selama 16 tahun. Amerika Serikat adalah negara paling agresif di dunia. Ia telah menjatuhkan bom dan menembakkan peluru ke warga sipil di negara lain, mengakibatkan korban jiwa yang besar, pengungsi dan pengungsian. Tangannya berlumuran darah warga sipil yang tidak bersalah,” katanya.

Alih-alih menyalahkan China, dia juga mengatakan bahwa justru AS yang harusnya bersungguh-sungguh melaksanakan kewajiban hak asasi manusia internasional.

“Amerika Serikat mempraktikkan unilateralisme dan menghindari tanggung jawabnya sendiri. Ia telah menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia, menolak untuk meratifikasi perjanjian hak asasi manusia, memberikan sanksi kepada pejabat Pengadilan Kriminal Internasional dan menjatuhkan sanksi sepihak pada negara lain. Hal ini sangat mengganggu kerja sama internasional di bidang hak asasi manusia. Sudah waktunya bagi Amerika Serikat untuk memperhatikan seruan dunia untuk keadilan,” kata Zhang.

Dia menunjukkan bahwa Jerman, Inggris dan beberapa negara lain, dengan mengabaikan fakta, telah melanggar keadilan dan merusak kerja sama.

Menghadapi catatan hak asasi manusia mereka sendiri dan Amerika Serikat yang buruk, Jerman, United Kindom dan beberapa negara lain memilih untuk terlibat dalam kebutaan selektif dan standar ganda, dengan rela mengikuti Amerika Serikat dan menjadi kaki tangannya. Ini adalah kemunafikan total, kata Zhang.

“Izinkan saya mengatakan ini kepada Anda: singkirkan kesombongan dan prasangka Anda, dan mundurlah dari tepi jurang, sekarang.”

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya