Berita

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri meninjau Wisma Atlet saat dijadikan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu/Net

Kesehatan

RSD Wisma Atlet Terbantu Dengan Hotel Yang Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 22:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan pemerintah menggunakan hotel bintang 2 dan bintang 3 yang disulap menjadi tempat isolasi pasien terinfeksi Covid-19 membantu beban Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, pelibatan sektor usaha hotel dalam menangani pandemi Covid-19 adalah bentuk sinergitas.

"Kalau melihat pengaruhnya, dari yang tadinya isolasi mandiri langsung masuk flat isolasi mandiri di Kemayoran, di Wisma Atlet, mungkin sekarang sudah sebagian ke hotel. Ini sebagai suatu pengurangan jumlah yang sangat mungkin," ujar Tugas dalam diskusi virtual yang disiarkan akun Youtube BNPB, Senin (5/10).


Pertambahan jumlah pasien Covid-19 yang masih fluktuatif di wilayah DKI Jakarta juga bisa diantispasi dengan penggunaan hotel sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19.

Karena itu pula, Tugas melihat ke depannya potensi penumpukan pasien di RSD Wisma Atlet bisa teratasi dengan penggunaan hotel. Sebab bukan tidak mungkin beban tenaga kesehatan di Wismaa Atlet akan bertambah berat jika pasien menumpuk.

"Yang paling penting ini (penggunaan hotel) akan memberikan pemerataan dalam konteks katakanlah di Wisma Atlet kalau 90 persen bahkan mungkin 95 persen (terisi). Ini akan memeberikan suatu beban kepada tenaga kesehatan, dokter dan perawat," ungkapnya.

"Dengan jumlah (pasien) yang menurun akan menjadikan beban turun. Inilah gambaran perlindungan juga terhadap tenaga kesehatan. Ini suatu sinergi, upaya pemerintah bersatu padu, baik itu TNI, Polri memberikan pelayanan secara sinergi," demikian Tugas Ratmono.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya