Berita

Anggota Fraksi Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin/Repro

Politik

Perdebatan Panas Sebelum RUU Ciptaker Disahkan, Pimpinan Sidang Paripurna Diminta Lihat Dahsyatnya Penolakan Rakyat

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 21:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Beragam penolakan di masyarakat soal omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi salah satu alasan Fraksi Partai Demokrat menyampaikan penolakan dalam sidang paripurna di Gedung DPR RI hari ini.

Dalam interupsinya, anggota Fraksi Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin meminta kepada seluruh fraksi untuk peka meihat situasi yang terjadi di luar Gedung DPR RI, dalam hal ini lingkup masyarakat bawah.

"Coba pimpinan kita liat keluar, lihat ke mana-mana hari ini penolakan sangat dahsyat. Dari publik, dari kaum buruh, dari para pekerja. Apakah kita bijaksana kalau kita tetap memaksakan UU yang kontroversi pada saat para pekerja hari ini sangat menderita akibat Covid-19?" ujar Didi, Senin (5/10).


"Pimpinan kita bisa liat dampak dari Covid-19 kemiskinan, pengangguran, luar biasa terjadi anak-anak para buruh yang tidak bisa sekolah karena harus bayar internet yang mahal," imbuhnya menegaskan.

Mendengar pemaparan Irwandi, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin selaku pimpinan Paripurna meminta untuk berbicara substansi to the poin.

"Kami meminta ditunda tetapi kalau," jawab Irwandi.

Azis sempat menyela dengan mengatakan usulan penundaan ditampung sementara. Melihat sikap pimpinan sidang, Irwandi lantas mendesak pimpinan sidang untuk melakukan voting.

"Sebentar, sebentar, kalau pimpinan tetap memaksakan ini ya menjadi keputusan, tetapi tidak terjadi keputusan yang bulat, kami minta divoting saja, ini bukan masalah menang dan kalah," tegasnya. 

"Anda tidak usah mengajari kami. Saya pimpinan sidang paripurna!" tekan Azis menimpali.

Sontak Irwandi pun menjelaskan maksudnya untuk voting tersebut dan kondisi penolakan yang massif dari masyarakat terhadap omnibus law RUU Ciptaker.

"Saya tidak mengajari saudara pimpinan, tetapi aspirasi dari publik demikian luar biasa. Saya sebagai wakil rakyat menyampaikan di sini, sama juga dengan saudara pimpinan berhak menyampaikan aspirasi," pungkasnya dengan nada sedikit meninggi.

Namun seiring perkembangan sidang, Fraksi Demokrat akhirnya memutuskan untuk walk out dan tak melanjutkan pembahadan omnibus law RUU Cipta Kerja. Sebab Demokrat menilai sikap pimpinan sidang sewenang-wenang dengan tidak memfasilitasi fraksi yang berbeda pandangan.

Padahal menurut anggota Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman, hal itu sudah tertuang dalam aturan. Menurut Benny, bila ada fraksi yang tidak setuju, maka dilakukan lobi untuk menyamakan pandangan.

"Kalau lobi tidak dicapai hasilnya dilanjutkan dengan voting. (tapi) Ini juga tidak dikasih, jadi pimpinan sewenang-wenang,” tegas Benny Kabur Harman.

Meski tak disetujui Fraksi Demorkat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) RUU sapu jagat tersebut akhirnya disahkan menjadi undang-undang oleh parlemen dalam rapat sidang paripurna DPR masa sidang I 2020-2021, Senin (5/10), sekitar pukul 17.50 WIB.

Pengesahan itu telah diketok palu pimpinan rapat Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin usai Menko Perekonomian, Airlangg Hartarto menyampaikan pendapat akhir pemerintah terkait RUU itu dalam forum rapat paripurna.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya