Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Presiden Macron Sambut Baik Hasil Referendum Kaledonia Baru, Ternyata Masih Banyak Yang Ingin Jadi Bagian Dari Prancis

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepulauan Pasifik Selatan di Kaledonia Baru memberikan suara dalam Referendum Kemerdekaan pada Minggu (4/10) waktu setempat. Hasil sementara menunjukkan kemenangan berada di kubu yang menolak untuk melepaskan diri dari negara Prancis.

Kubu yang menolak tercatat memenangkan 53,26 persen suara, menurut komisi tinggi kepulauan, menandai margin kemenangan yang lebih sempit daripada referendum sebelumnya pada 2018.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik hasil referendum dengan rasa syukur yang dalam lewat pidatonya yang ia sampaikan dari Istana Elysee.


Referendum kemerdekaan hari Minggu adalah bagian dari upaya dekolonisasi tiga dekade yang bertujuan untuk menyelesaikan ketegangan di Kaledonia Baru antara penduduk asli Kanak yang mencari kemerdekaan dan penduduk yang ingin tetap di Prancis .

Ini adalah kedua kalinya kepulauan Pasifik melakukan pemungutan suara untuk memutuskan nasibnya dalam dua tahun. Referendum pertama tahun 2018 mengakibatkan pemeliharaan status quo dengan 56,7 persen suara.

"Hasil akhir kali ini “membuka pintu ke kemungkinan referendum kemerdekaan ketiga”, kata editor urusan internasional FRANCE 24 Philip Turle, seperti dikutip dari AFP, Minggu (4/10).

Tetapi hasil 2018 masih menandai pergeseran ke arah simpati pro-kemerdekaan, meningkatkan harapan para pegiat bahwa kali ini mereka bisa membebaskan diri.

Tingkat partisipasi pemilih dalam referendum kali ini tergolong tinggi, pihak berwenang mengatakan jumlah pemilih sekitar 80 persen satu jam sebelum pemungutan suara berakhir - enam poin lebih tinggi daripada referendum kemerdekaan pertama yang diadakan pada 2018 - membuat orang-orang harus antre panjang untuk memberikan suara mereka.

"Saya menunggu 45 menit. Sangat penting bagi saya untuk memberikan suara," kata pensiunan Germaine Le Demezet di ibu kota Noumea.

"Saya punya anak dan cucu di sini, masa depan harus jelas dan kami perlu tahu apa yang akan terjadi pada kami," lanjutnya.

Kaledonia Baru, terletak di antara Australia dan Fiji dan kadang-kadang disebut 'The Pebble', direbut oleh Prancis pada tahun 1853 dan merupakan rumah bagi 270 ribu penduduk.

Andalan perekonomian negara ini adalah produksi logam, terutama nikel di mana Kaledonia Baru merupakan produsen global utama, serta dukungan pariwisata dan keuangan dari daratan Prancis.

Pemerintah Prancis, dari jarak lebih dari 16.000 kilometer (10.000 mil), mensubsidi wilayah itu dengan sekitar 1,5 miliar euro atau setara dengan 1,75 miliar dolar setiap tahun, setara dengan lebih dari 15 persen produk domestik bruto Kaledonia Baru.

Otorisasi khusus yang mengizinkan bendera nasional Prancis digunakan di tempat-tempat kampanye membuat marah Kanak dan Front Pembebasan Nasional Sosialis (FLNKS) yang pro-kemerdekaan, yang menuduh pemerintah Prancis berpihak pada kemerdekaan.

Bekas koloni terakhir yang memperoleh kemerdekaan dari Prancis adalah Djibouti pada 1977 dan Vanuatu pada 1980.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex, yang pemerintahannya harus tetap netral dalam pemungutan suara, mengatakan dia berencana untuk berbicara dengan semua aktor utama setelah pemungutan suara.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya