Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Publika

Kebijakan Munafik

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 16:11 WIB

KEBIJAKAN Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 bukan saja gamang, tetapi juga tidak konsisten. Bahasa sederhananya banyak akal-akalan.

Bahkan lebih parahnya Covid-19 dijadikan alat kepentingan politik untuk merangkul, mencangkul dan memukul. Merangkul solidaritas palsu, mencangkul dana rakyat, dan memukul lawan politik.

Kebijakan akal-akalan yang inkonsisten pantas jika disebut dengan kebijakan munafik. Pemerintah secara mencolok menerapkan pilihan model ini. Di samping "esuk dele sore tempe" pada kebijakan umum seperti awal PSBB, kemudian berubah jadi new normal dan terakhir mini lockdown, juga pada pelaksanaannya yang digantungkan pada situasi dan kepentingan.


"Kalibata Gate" adalah upaya sistematik memperalat Covid-19 untuk menyerang Jenderal Gatot dan para Purnawirawan TNI lain yang sedang menyelenggarakan ziarah dan tabur bunga Pahlawan Revolusi korban kebiadaban PKI. Dandim dan Pangdam Jaya menjadi alat penyerangan tersebut dengan menggunakan massa buatan dan bayaran khas rezim.

Dengan senjata "Kesaktian Covid-19", pemerintah menyerang deklarasi KAMI di berbagai daerah. Modusnya seragam yakni dibuat aksi penolakan oleh "massa tangan kekuasaan", kemudian aparat membubarkan acara. Meski sedikit saja upaya ini berhasil, tetapi cara-cara licik dan represif dalam memukul lawan telah dipertontonkan.

Dalam prakteknya "massa tangan kekuasaan" ini juga dibuat kocar-kacir oleh keberanian dan heroisme purnawirawan maupun peserta deklarasi seperti terjadi di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Deklarasi di Bandung, Solo, Karawang, dan lainnya.

Opini artifisial akan keberhasilan membubarkan berbeda dengan fakta yang terjadi yakni seluruh deklarasi telah sukses dan berhasil. KAMI terbentuk di mana-mana.

Kebijakan berbeda diambil pemerintah untuk pilkada. Kepentingan politik pragmatis dalam penguatan jaringan kekuasaan di daerah menjadikan Covid-19 lumpuh dan potensial membahayakan. "Kampanye" pengumpulan ribuan massa tanpa mengindahkan protokol Covid-19 terjadi di Muna, Muna Barat, dan Wakatobi.

Pengumpulan massa tak akan terhindarkan untuk proses pilkada di mana-mana ke depan. Melanjutkan agenda pilkada adalah kebijakan munafik pemerintahan Jokowi. Mendagri hanya bisa menegur untuk acara yang semestinya harus dibubarkan. Teguran dipastikan tidak akan membawa efek jera.

Sebagaima dalam video yang viral tampak acara meriah "kampanye" pilkada di Wakatobi. Dominan massa berkaus merah dan kibaran bendera PDIP di baris depan dengan panggung diisi "petinggi koalisi partai".

Tentu ada PDIP, Nasdem, Golkar, Bulan Bintang, dan lainnya. Acaranya adalah hiburan dangdutan. Penyanyi secara atraktif tengah membawa massa bergoyang. Covid-19 pun ikut bergoyang gembira dan bahagia.

Dengan ngototnya pemerintah untuk memaksakan pelaksanaan pilkada serentak Desember 2020 di masa pandemi Covid-19 ini, maka secara terang-benderang pemerintah telah ngotot juga untuk menerapkan politik licik.

Dari new normal ke mini lockdown dan akan berujung pada smackdown. Gulat yang akan dimenangkan oleh Mr Covid-19.

Bravo Covid 19 "Pahlawan Kebijakan Munafik".

M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya