Berita

Presiden AS, Donald Trump saat pergi ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed untuk mendapatkan perawatan Covid-19/Net

Dunia

Gedung Putih: Presiden Trump Alami Periode Yang Sangat Mengkhawatirkan

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 06:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trumo mengalami periode yang sangat mengkhawatirkan dan 48 jam ke depan merupakan titik kritis dalam perawatannya memerangi virus corona.

Begitu yang disampaikan oleh kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows yang bertentangan dengan pernyataan dokter presiden, Dr Sean Conley.

"Kami masih belum berada di jalur yang jelas menuju pemulihan penuh," ujar Meadows, seperti dikutip ABC, Sabtu (3/10).


Dalam sebuah konferensi pers di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada hari yang sama, Conley dan timnya menyatakan kondisi kesehatan Trump yang baik, dan menolak untuk membahas kapan tepatnya sang presiden jatuh sakit.

Ia mengatakan Trump telah bebas demam selama 24 jam. Namun, Conley mengungkap, Trump mulai menunjukkan indikasi klinis Covid-19 pada Kamis sore (1/10), lebih awal dari yang diketahui sebelumnya.

Saat ini pun ia mengalami hidung tersumbat dan batuh, walaupun sudah membaik. Trump diketahui telah mengonsumsi aspirin untuk menurunkan demam dan mengurangi gejala.

Sebelumnya, sebuah rumor muncul bahwa Trump mendapatkan oksigen tambahan pada Jumat (2/10), sebelum dipindahkan ke Walter Reed.

"Kamis tidak ada oksigen. Tidak ada saat ini. Dan kemarin bersama tim, saat kami semua di sini, beliau tidak menggunakan oksigen," terang Conley.

"Beliau dalam semangat yang sangat baik," ujar dokter lain, Sean Dooley.

Salah satu dokter mengatakan, Trump telah mengatakan dapat segera keluar dari rumah sakit.

"Saya merasa seperti saya bisa keluar dari sini hari ini," ujar dokter tersebut mengutip Trump.

Pemimpin Senat AS dari Partai Republik, Mitch McConnell juga mencuirbahwa dia telah berbicara dengan Presiden dan ia dalam kondisi yang baik.

"Beliau terdengar baik dan mengatakan dia merasa baik. Kami berbicara tentang bisnis rakyat, memerangi pandemi, menegaskan Hakim Barrett, dan memperkuat ekonomi untuk keluarga Amerika. Mari kita tetap berdoa kepada Presiden dan Ibu Negara kita," cuit McConnell.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya