Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Sampaikan Simpati Untuk Trump, Editor Terkemuka China Malah Dikeroyok Netizen

SABTU, 03 OKTOBER 2020 | 06:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jurnalis China terkemuka yang juga editor Global Time dalam pesan Twitternya ikut menyampaikan keprihatinannya untuk Presiden Amerika Serikat. Ia mengatakan apa yang dialami Donald Trump saat ini telah menunjukkan betapa parah situasi pandemi di Amerika Serikat.

Donald Trump pada Jumat (2/10) mengumumkan bahwa dia dan ibu negara Melania dinyatakan positif Covid-19.

Jurnalis Hu Xijin dalam tweetnya menulis bahwa POTUS dan FLOTUS [Trump dan Ibu Negara] telah membayar harga untuk taruhan Trump karena selama ini telah meremehkan Covid-19.


"Ini akan berdampak negatif pada citra Trump dan AS, dan mungkin juga berdampak negatif pada pemilihan ulangnya," kata Hu, seperti dikutip dari CBS News, Jumat (1/10).

Netizen pun beraksi atas tweet Hu tersebut. 

"Kami akan membuat China membayar," tulis akun Annika.

"Ini bukan Covid 19 Tapi Virus Cinta China dari 1,4 miliar orang India Kami sedang membuat vaksin untuk virus China,"

"China akan membayar harga tertinggi untuk melepaskan pandemi di dunia," kata akun Sam DeGreen.

Pemerintah China sendiri belum memberikan pernyataannya terkait sakitnya Trump.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS sedang mengalami 'gejala ringan' dari penyakit tersebut, dan Trump sendiri men-tweet bahwa dia dan istrinya Melania memulai proses karantina.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya