Berita

Pasukan tentara Pakistan/Net

Dunia

Pakistan Bantah Laporan Pasukannya Dikerahkan Ke Nagorno-Karabakh Untuk Dukung Azerbaijan

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 16:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakistan membantah laporan media India yang menyatakan pasukan tentara terlibat dalam konflik Nagorno-Karabakh untuk mendukung Azerbaijan melawan Armenia.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Jumat (2/10) mengatakan, laporan media India tersebut tidak bertanggung jawab, spekulatif, dan tidak berdasar.

Lebih lanjut, Pakistan menegaskan posisinya yang prihatin atas konflik di Nagorno-Karabakh dan meminta agar Armenia menghentikan serangan militernya.


“Penembakan intensif oleh pasukan Armenia terhadap penduduk sipil Azerbaijan sangat tercela dan sangat disayangkan. Ini dapat membahayakan perdamaian dan keamanan di seluruh wilayah. Armenia harus menghentikan aksi militernya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut," ujar kementerian, seperti dikutip Anadolu Agency.

"Pakistan mendukung posisi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, yang sejalan dengan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi dengan suara bulat," sambung kementerian.

Sebelumnya pada Selasa (29/9), beberapa media India melaporkan pasukan tentara Pakistan ikut berperang bersama dengan militer Azerbaijan untuk melawan Armenia dalam bentrokan terbaru pada akhir pekan.

Pada Minggu pagi (27/9), pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan meletus yang menyebabkan banyaknya korban jiwa.

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, Prancis, dan Jerman telah mendesak gencatan senjata. Sementara Turki menyuarakan dukungan pada Azerbaijan.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya menuding Turki telah merekrut 300 militan Suriah untuk ikut mendukung Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya