Berita

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo/Net

Kesehatan

Sanksi Sosial Dan Adat Diperlukan Agar Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih perlu ditingkatkan. 

Data survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Pandemi Covid-19 mengurai alasan mayoritas masyarakat tidak taat protokol kesehatan karena ketiadaan sanksi. 

Survei BPS yang melibatkan 90 ribu responden untuk diwawancarai sejak 14 September hingga 21 September tersebut turut dijadikan landasan membuat kebijakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. 


Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan, pihaknya menggarisbawahi temuan survei BPS tersebut sebagai satu tantangan yang harus dicarikan solusinya. 

"Masyarakat masih memiliki ketergantungan terhadap adanya sanksi. Jadi tingkat kesadaran pribadi dan kesadaran kolektif masih belum optimal. Apa buktinya? Ini ada data yang dikumpulkan BPS," ujar Doni dalam acara Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, yang digelar melalui aplikasi zoom, Jumat (2/10).  

"Saya pikir data ini sangat valid, sangat bagus, dan harus dijadikan bahan bagi kita untuk menentukan kebijakan," sambungnya. 

Berdasarkan data BPS yang dipaparkan Doni Monardo, terdapat 55 persen masyarakat yang tidak patuh protokol dikarenakan tidak adanya sanksi bagi yang melanggar. 

"Jadi tidak ada sanksi jika tidak menerapkan protokol kesehatan," tandas Doni. 

Maka dari sebab tersebut, mantan Danjen Kopassus ini meminta kepada elemen berpangaruh di lingkungan masyarakat untuk tidak terpaku dengan sanksi yang dibuat pemerintah, tapi juga dibuatkan sanksi sosial ataupun sanksi adat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

"Sanksi di sini artinya bukan hanya sanksi atau hukuman yang dberikan oleh pemerintah. Tapi juga perlu ada sanksi sosial, sanksi adat, dan ada banyak sanksi-sanksi lain yang kiranya bisa menggugah masyarakat untuk patuh dan taat protokol kesehatan," demikian Doni Monardo. 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya