Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Trump Jelang Pilpres AS 3 November?

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 12:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan istrinya, Melania Trump telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun Twitter-nya pada Jumat dini hari (2/10) waktu setempat.

"Malam ini, ibu negara dan saya dites positif Covid-19. Kami akan memulai karantina dan proses penyembuhan secepatnya. Kami akan melalui ini bersama!" cuitnya.


Trump dinyatakan terinfeksi virus corona setelah penasihat terdekatnya, Hope Hicks didiagnosa penyakit yang sama sebelumnya.

Selama satu pekan terakhir, Hicks diketahui telah melakukan berbagai kegiatan bersama Trump. Termasuk ikut dalam penerbangan Air Force One ke Cleveland, Ohio untuk menghadiri debat perdana melawan Joe Biden pada Selasa (29/9). Kemudian, mereka juga melakukan kampanye di Minnesota pada Rabu (30/9).

Hasil tes positif yang didapatkan oleh Trump memicu pertanyaan terkait nasibnya sebulan menjelang pemungutan suara pada 3 November.

Meski Trump tidak memiliki gejala, ia tetap harus mundur dari kampanye dan melakukan isolasi mandiri di Gedung Putih untuk jangka waktu yang belum diketahui.

Namun, jika ia mengalami gejala, pertanyaan akan merujuk pada apakah ia akan terus maju dalam pemilihan, seperti dikutip The Washington Post.

Trump yang berusia 74 tahun masuk ke dalam kategori rentan terhadap virus. Walaupun selama ini Trump berusaha untuk menutupi kondisi kesehatannya, namun ia diketahui memiliki kolesterol tinggi dan berat badannya mencapai 243 pound, yang dianggap obesitas untuk tinggi badannya.

Terlepas dari kondisi kesehatannya, hasil positif Trump juga akan melemahkan dukungannya, mengingat selama ini ia telah menolak untuk menggunakan masker.

Sejak awal, meskipun Trump dilaporkan mengetahui betapa berbahayanya virus corona, ia terus merendahkan risiko penyakit itu. Di samping, ia juga mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial terkait penanganan Covid-19.

Trump berulang kali mendorong penggunaan obat anti-malaria hidroksiklorokuin yang belum dinyatakan ampuh mengobati atau mencegah Covid-19. Ia bahkan "menyarankan" untuk meminum cairan disinfektan yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Terbaru, ia mendesak agar vaksin Covid-19 diberi lisensi dengan cepat, meski uji klinis fase 3 belum rampung.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya